Terlihat bangunan Latos
yang berada di pusat pasar Kota Langsa, Kec. Langsa Kota, tak kunjung selesai, yang dibangun sejak tahun 2012 lalu, foto diambil Selasa (18/4).
AtjehUpdate.com, LANGSA  – Jarum jam tepat pada pukul 12.00 wib, siang
itu matahari terik sangat menyengat kulit, angin pun tak berhembus seperti
biasa, seakan hari itu ia tak bersahabat.
Selintas ketika kita
menuju pusat pasar Kota Langsa, yang konon katanya Kota penyadang penghargaan Adipura
ini, banyak menyisakan berbagai prolema yang tak kunjung usai.
Seperti kita ketahui, majunya
sebuah Kota yang berlebel ‘Jasa’, adalah dimana tersedia pusat perbelanjaan
yang strategis dan masyarakatnya memiliki pondasi ekonomi yang kuat.
Tepi pada kenyataannya
justru sangat berbalik, hal ini terlihat ketika kita hendak menuju pusat
perbelanjaan Kota Langsa, yang sering disebut Langsa Town Square (Latos),
namanya sangat keren bak pusat perbelanjaan modern dikota kota besar, namun
sangatlah sedih ketika kita melihat secara nyata, dimana bangunan empat lantai
tersebut bagai bangunan ‘hantu’.
Hanya satu lantai saja
yang baru dihuni oleh para pedagang, dan untuk lantai dua, tiga dan empat hanya
terlihat pondasinya saja, tanpa tau kapan bangunan ‘Mall’ nya Kota Langsa itu
bisa rampung.
Banyak kalangan yang
mempertanyakan kapan bangunan tersebut bisa selesai, karena bila mall ala
Langsa ini bisa selesai, maka akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi
para pedagang lama maupun yang baru.
Bukhari, salah seorang pedagang
Kota Langsa, kepada atjehupdate.com, Selasa(18/4) menuturkan, bahwa sangat aneh
sudah sekian tahun Latos dibangun namun tak kunjung rampung, kenapa ya ? tanyanya
heran, apa pihak pengembang tidak punya uang, atau terkendala dengan persoalan
lain.
“Kita selaku pedagang
sangat mengharapkan Latos bisa segera dibangun hingga rampung, banyak sekali
pedagang hari ini berjualan di emperan toko, bila ada lapak yang permanen maka
bisa berjualan secara tertib,” papar Bukhari.
Sementara itu, secara
terpisah Ketua DPC LSM Perintis, Zulfadli, yang dimintai tanggapan mengatakan
bahwa pembangunan Latos yang berada dipusat 
Kota Langsa kini tak kunjungan selesai dan diduga kuat sarat kepentingan
penguasa.
Dikatakan lagi, sejak
tahun 2012 hingga saat tidak kunjung selesai, karena kurang komitmen Pemko
Langsa atas dasar kontrak kerjasama dengan pihak rekanan.
Lanjutnya, pembangunan
Latos tersebut dikerjakan oleh pihak swasta dengan izin dari Pemko Langsa,
namun hingga saat ini kejelasan pekerjaan tersebut tidak kunjung selesai.
“Ini menjadi
pertanyaan besar kita, memangnya ada perselingkungan apa antara Pemko Langsa
dengan pihak pengembang,” jelas Zulfadli.
Pun demikian, mimpi warga
Langsa untuk memiliki mall ala Kota nya seperti tak akan teralisasi dengan
segera, karena benturan kepentingan dengan kemaslahan warga berbalik arah.
Pihak pengembang Latos, yang
bernama Sures, ketika coba dihubungi atjehupdate.com, untuk mengklarifikasi hal
ini, tidak menjawab telepon nya, dan juga tidak membalas  sms yang dikirimkan.
Ketua Komisi III DPRK Langsa, Pangian Widodo, pada mengupdate.com, mangatakan, bahwa sejauh
ini pihak Dewan DPRK Langsa sudah mempertanyakan hal ini kepada Dinas terkait,
dan menginstruksikan kepada dinas agar menegaskan kembali komitmen kelanjutan
pembangunan itu kepada pihak rekanan.
“Sangat disayangkan, kelanjutan
pembangunan Latos sampai saat ini belum ada kejelasan, baik dari dinas maupun
pihak pengembang”, ujar ketua komisi III ini, seraya hanya bisa kecewa saja seperti
pedagang lainnya.[Ra/Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here