AtjehUpdate.com,- Meulaboh, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh kembali mengabulkan gugatan seorang mantan keuchik di Aceh Barat yang bersama sembilan temannya, Rabu (13/2/2019).

Kesembilan orang Keuchik tersebut menggugat keputusan Bupati Ramli MS karena memecat mereka dari jabatan keuchik tanpa alasan yang jelas.

Mantan keuchik yang dimenangkan PTUN gugatannya itu adalah M Salem, sebelumnya keuchik Teuping Panah, Kecamatan Kaway XVI. Dengan dikabulkannya gugatan M Saleh berarti sudah sembilan kali Bupati Aceh Barat kalah dalam perkara serupa. Tinggal satu gugatan lagi yang belum diputus majelis hakim PTUN Banda Aceh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak sepuluh keuchik tersebut, ada yang diberhentikan untuk selamanya, ada pula yang cuma untuk sementara waktu.

M Salem termasuk keuchik yang diberhentikan sementara. Meskipun sifatnya sementara ia tetap keberatan sehingga ikut menggugat secara terpisah dari berkas gugatan teman-temannya yang senasib.

Sidang gugatan M Salem, kemarin dipimpin Azzahrawi SH, didampingi hakim anggota, Fandi Kurniawan Pattiradja SH dan Rahmad Tobrani SH. Penggugat didampingi kuasa hukumnya, Syahrul SH dari Kantor Pengacara TSA Advocates Banda Aceh, sedangkan tergugat diwakili penasihat hukumnya, Agus Herliza SH.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan menerima gugatan penggugat dalam pokok perkara. Selain itu, membatalkan surat keputusan (SK) Bupati Aceh Barat terhadap pengangkatan pejabat sementara (pjs) keuchik serta mewajibkan untuk mengangkat kembali keuchik tersebut hingga berakhir masa tugasnya.

Setelah pembacaan vonis, majelis hakim memberi kesempatan kepada tergugat yang diwakili kuasa hukumnya untuk menerima atau tidak putusan tersebut dalam waktu 14 hari ke depan. Apabila tak terima, dipersilakan melakukan banding. Namun, dalam sidang kemarin penasihat hukum tergugat tidak memberikan jawaban langsung.

Sementara itu, satu penggugat lagi, Jaridon Hasyem (Keuchik Keude Tanjong yang diberhentikan sementara) perkaranya akan diputus pada 20 Februari 2019.

“Dari sepuluh mantan keuchik yang melayangkan gugatannya sembilan orang sudah menang. Tinggal satu lagi yang putusan perkaranya dibacakan pekan depan,” ujar Jaridon.

Adapun para keuchik tersebut dipecat Ramli MS dengan dalih ada penggunaan anggaran di masing-masing desa yang menjadi temuan Inspektorat. Begitu mereka dipecat dilantik pula para pengganti mereka dalam status penjabat sementara (pj).

Dalam gugatan ke PTUN, para keuchik mempersoalkan penerbitan SK pemberhentian dan pemberhentian sementara mereka dari jabatannya, karena tak melalui mekanisme atau aturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah RI Nomor 6/2014 tentang Desa, dan Qanun Aceh Nomor 4/2009 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik.

Terhadap sejumlah putusan tersebut, Bupati Aceh Barat selaku tergugat sudah melayangkan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara. Pihak tergugat keberatan dan tak menerima putusan tersebut.

Berdasarkan catatan media sebagaimana dilansir dari serambinews , mantan keuchik yang gugatannya dikabulkan PTUN Banda Aceh adalah Husaini (mantan keuchik Suak Trieng, Kecamatan Woyla), Kamaruzzaman (Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI), Miswar (Pasi Mali, Kecamatan Woyla Barat), Nyak Ali (Pasi Meugat, Kecamatan Kaway XVI), Anwar (Pasie Lunak, Kecamatan Woyla), Bustaman (Keureuseng, Kecamatan Samatiga), Zainuddin (Palimbungan), dan yang terbaru dikabulkan gugatannya adalah M Salem, mantan keuchik Teuping Panah, Kecamatan Kaway XVI. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here