AtjehUpdate.com,- LANGSA, Lagi-lagi rezim pemerintah saat ini dianggap menambah catatan buruk di akhir jabatan. Fenomena ke Luar negeri hanya untuk transit menuju Jakarta cukup miris terdengar di telinga. Bagaimana tidak, ketika harga tiket penerbangan dari luar negeri ke Indonesia lebih murah dibandingkan domestic, otomatis membuat warga ramai membuat passport demi menghemat biaya. Hal ini disampaikan LSM Gadjah Puteh kepada AtjehUpdate.com, Sabtu (12/1/2019).

Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh mengatakan bahwa sejak awal Desember 2018 dimana harga tiket pesawat penerbangan domestic bahkan naik 100% dari harga sebelumnya ini tentu membuat warga menjadikan Kuala Lumpur sebagai tempat transit sehingga dengan kata lain untuk menuju Jakarta, warga Aceh harus membuat passport.

“Inikan fenomena yang miris sekali, kenapa dari Banda ke KL dan KL ke Jakarta lebih murah daripada Banda langsung ke Jakarta, sampai-sampai warga jadi memilih buat passport. Kalau hal ini tidak segera diambil kebijakan tentu akan membuat banyak kerugian terutama kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan semakin melemah dan terkesan menghimpit perekonomian dengan semua harga yang harus naik di segala bidang, sudah ekonomi sulit bahkan transportasi yang sangat penting seperti ini juga ikutan naik berkali lipat” ujar Sayed.

Lanjut Sayed, tindakan maskapai yang menaikkan harga tiket bahkan diatas 100% dengan dalih menyesuaikan dengan tingginya permintaan juga bukan sikap yang bijak karena itu sama saja mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Orang ke Jakarta atau ke daerah lain itu kan ada yang kerja atau bahkan pulang kampung karena musibah keluarga, bahkan liburan sekalipun mengapa harus dinaikkan harga terlalu tinggi, ini berbanding terbalik dengan luar negeri yang malah untuk liburan menawarkan banyak promo”, sesalnya.

Pemerhati sosial ini juga berharap agar pemerintahan Jokowi bisa segera bertindak membenahi regulasi untuk menangani fenomena keresahan akibat mahalnya harga tiket penerbangan ini.

“Idealnya lagi khusus warga Aceh untuk naik Garuda harusnya dapat diskon karena cikal bakal pesawat tersebut dari sumbangan masyarakat Aceh, bukan seperti ini, dimana pesawat luar seperti Air Asia lebih menguntungkan WNI daripada yang milik BUMN” pungkasnya.

Sementara itu Fachryan Amd. Im, SH, MPA, kasi intelijen dan penindakan keimigrasian kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa turut membenarkan bahwa dalam beberapa hari ini terdapat warga yang membuat passport dengan tujuan untuk transit saja. (Mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here