AtjehUpdate.com, Aceh Selatan – Ketua
Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkungan Bersih Aceh Selatan (Libas), May Fendri
menyanyangkan bagunan perumahan khusus nelayan yang dibangun pada tahun 2015
lalu di Gampong Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan,
hingga saat ini belum direalisasikan kepada nelayan penerima rumah bantuan
khusus nelayan tersebut. Pasalnya proyek perumahan khusus nelayan dari
kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang menelan anggaran miliaran
rupiah itu kondisinya sangat mengenaskan, dari segi jendela kaca pecah hingga
pintu yang rusak.
“Kalau tidak
secepatnya difungsikan rumah nelayan itu, maka kondisi rumah tersebut semakin
parah. Kita kuatir pembangunan yang menghabiskan dana yang begitu besar tidak
membawa syafaat bagi penerima bantuan perumah nelayan. Jadi bisa kita katakan
bagunan tersebut sia-sia,” kata May Fendri, Rabu (19/7).
Beliau menambahkan
beberapa kecamatan sudah menempati perumah khusus nelayan, seperti
kecamatan Labuhan haji yang juga
mendapatkan bantuan rumah khusus bagi nelayan tersebut.
Herannya lanjut Ia,
Padahal penyerahan secara simbolis pada nelayan beberapa waktu lalu sudah
diserahkan secara simbolis kepada nelayan. Penyerahan tersebut berlangsung di
Labuhan haji yang juga diwakili beberapa warga penerima rumah bantuan dari
beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.
“Kita harapkan kepada
pemerintahan daerah untuk secepatnya merealisaisikan rumah bantuan khusus
nelayan yang berada di Gampong Jambo Manyang Kecamatan Kluet Utara tersebut,
karena warga nelayan penerima bantuan rumah khusus nelayan di kecamatan lain
sudah menempati rumah bantuan tersebut, sedangkan di kecamatan Kluet Utara ada
apa?  Ujarnya.
Yusni salah satu penerima
rumah bantuan khusus nelayan warga Gampong Pasie Kuala Ba’u Kecamatan Kluet
Utara Kabupaten Aceh Selatan  saat
diwawancarai mengatakan belum adanya intruksi dari camat Kluet Utara untuk
menempati rumah tersebut. Padahal rumah tersebut sudah siap pada tahun 2015
lalu tapi sampai hari kami penerima rumah bantuan  belum ada satupun yang menempati rumah
tersebut. 
“Belum ada intruksi
dari camat untuk kami menduduki rumah tersebut.” Pungkasnya.
Secara terpisah Camat
Kluet Utara H Zainal A SE,  saat ditemui
wartawan terkait bantuan rumah khsusus nelayan tersebut menjelaskan bahwa rumah
tersebut secara simbolis sudah diserahkan pada waktu yang lalu bertempat di
Kecamatan Labuhan Haji yang di hadiri oleh warga penerima rumah bantuan khusus
nelayan  perwakilan dari
kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.
Beliau menjelaskan kita
memang belum mengintruksikan kepada warga penerima rumah bantuan khusus nelayan
yang ada di Kecamatan Kluet Utara dikarenakan rumah tersebut kondisinya dalam
keadaan rusak dan fasilitas pun belum siap, seperti belum adanya air bersih,
belum adanya penerangan serta beberapa fasilitas yang rusak.
“Tidak mungkin kita
suruh warga penerima  rumah bantuan  untuk tinggal di rumah tersebut dengan
kondisi rumah yang rusak dan fasilitas
belum memadai” jelasnya.
Zainal berharap pada
Instansi terkait agar dapat meninjau dan melakukan perbaikan terhadap kerusakan
fasilitas rumah bantuan yang berada di lokasi Gampong Jambo Manyang, Kecamatan
Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan sehingga rumah yang sudah dibangun dapat di
manfaatkan oleh warga nelayan penerima bantuan rumah tersebut.
“Kita harapkan kepada
dinas terkait untuk dapat meninjau dan melakukan perbaikan fasilitas rumah
bantuan tersebut sehingga rumah tersebut
bisa di manfaatkan oleh nelayan”. Harapnya.
Kadis Perumahan dan
Kawasan Pemukiman (Disperkim) Aceh Selatan Fakhruddin yang dikonfirmasi
mengatakan kita sudah serahterimakan secara simbolis kepada perwakilan warga
penerima rumah bantuan  pada waktu
yang lalu di Kecamatan Labuhan Haji. Untuk penyerahan rumah kepada warga itu
melalui camat di kecamatan warga penerima
rumah bantuan masing-masing.
Beliau mengatakan, Dinas
Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Aceh Selatan  hanya menfasilitasi proyek tersebut ditender
dari pusat,  Pemkab Aceh Selatan haya
menyediakan lokasi.
Terkait bangunan yang
rusak kita akan laporkan kasatker Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
(Disperkim) Provinsi Aceh untuk dilakukan perbaikan. Turupnya.[FT]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here