AtjehUpdate.com,- Meureudu, Lembaga Swadaya Masyarakat Publik Transparancy (PuTra) Pidie Jaya, mengapresiasi kinerja Kajari Pidie Jaya, dibawah pimpinan Basuki Sukardjono, SH.MH, dalam mengungkap kasus dugaan Korupsi pengadaan peralatan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum (RSUD) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016.

Namun, Direktur LSM PuTra Zikrillah SP, meminta penyidik untuk mengungkap skandal Korupsi ini hingga ke akar-akarnya. Pasalnya, dalam studi kasus tindak pidana korupsi, untuk pengadaan barang dan jasa, Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK), menjadi tempat penyidik dalamungkapan dan membangun kata kunci terungkap secara menyeluruh.

“Dugaan korupsi pengadaan peralatan rawat inap di RSUD Pidie Jaya harus di ungkap sampai ke akar-akarnya, Kuasa Pengguna Anggaran juga harus lebih mendalam,” Kata Zikrillah SP, kepada AtjehUpdate.com, Minggu (4/11/2018).

Ironisnya, dalam pengembangan kasus ini penyidik baru menetapkan PPTK sebagai tersangka karena telah memperkuat surat permintaan pembayaran langsung barang dan jasa dan pembayaran untuk pembayaran lebih dari 100 persen, yang ternyata pekerjaan itu tidak terlayani dikerjakan oleh CV Aceh Daroy Indah, hingga akhirnya menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 250 Juta lebih kurang, setengah dari Pagu Proyek tersebut.

Lantas, akankah penegak hukum mengusut kasus skandal kearifan korupsi ini?

“Kita akan terus melakukan penyusunan terhadap kasus ini,” jelas Zikri

Zikrillah juga meminta pihak penyidik untuk memeriksa pihak yang telah memenangkan CV. Aceh Daroy Indah sebagai pemenang paket layanan rawat inap di RSUD Pidie Jaya karena ada banyak pekerjaan yang sama dalam proses pelelangan.

“Jangan sampai buangin lolos dari jeratan hukum,” Pungkas Zikrillah. SP, Direktur LSM PuTra Pidie Jaya tersebut.(Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here