AtjehUpdate.com, LANGSA
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Majelis Taklim Assuni Kota Langsa, Tgk Bustami
Yusuf, mengecam tindakan pengeroyokan anggota Polisi Wilayatul Hisbah (WH) yang
dilakukan oknum warga beberapa waktu lalu.
“Kami sangat mengecam
dan mengutuk perlakuan penggeroyokan anggota WH saat melakukan razia penjual
penganan berbuka puasa di jembatan Sidorejo beberapa waktu lalu,” tegas
Tgk Bustami.
Masih menurutnya, ditengah
bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kenapa harus tercoreng dengan tindakan
diluar batas, kendati demikian anggota WH sedang menjalankan tugas sebagai
pelaksanaan syiar dan melaksanakan qanun Walikota Langsa perihal larangan
berjualan sebelum pukul 16.00, tapi naas nya terjadi penggeroyokan.
Kejadian ini hendaknya
menjadi pelajaran kita semua, dan kepada aparat penegak hukum sudah saatnya
melakukan tindakan dan proses hukum, dan sekiranya hukum dapat berjalan sesuai
ketentuan yang berlaku.
“Kita minta diproses
seadil-adilnya dan cepat sesuai aturan, institusi Polri dalam hal ini Polres
Langsa dalam menjalankan perkapolri nomor 14 tahun 2012 bahwa institusi polri
dapat mengambil tindakan dalam penyelidikan dan penyidikan yang didalamnya
terdapat unsur pidana tanpa harus ada pelapor dari masyarakat jika pihak
institusi polri telah mengetahui tindakan yang mengandung unsur pidana
tersebut,” terang Tgk Bustami.
Dikatakan lagi, kepada
Pemko Langsa seharusnya kejadian ini cukup yang terakhir kalinya terjadi, dan menjadi
pembelajaran agar Satpol dan WH tidak menjadi bulan-bulanan warga dalam hal
penegakan syariat Islam.
Bila persoalan ini
ngambang begitu saja maka Assuni akan melakukan rapat besar atau musyawarah
untuk mengeluarkan sikap, dan kami sebagai salah satu perkumpulan majelis
taklim yang memiliki jamaah ribuan di Kota Langsa akan menunjukan eksistensinya.
“Anggota kita
mencapai 1.500 orang dan siap menggawal tegaknya syariat Islam di Kota
Langsa,” pungkas Tgk Bustami.
Seperti diberitakan
sebelumnya, dua wanita yang berjualan mie di jembatan Sidorejo kepergok petugas
WH dalam patroli rutin sekitar pukul 11.00 dimana wanita tersebut sedang
memasukan bungkusan tas di belakang steling jualannya.
Karena katahuan wanita
tersebut mencoba lari dari petugas WH dan berhasil ditangkap. Namun saat
petugas memeriksa isi tas tersebut, tiba-tiba wanita itu memukul petugas WH
yang ingin memeriksa tas yang dicurigai sebagai makanan jualan dan dalam
insiden tersebut yakni Danru WH, Syarwani (33) dan Saifuddin (34) harus menjalani
perawatan di RSUD Langsa akibat dikeroyok warga tersebut.[Ra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here