AtjehUpdate.com, Aceh Selatan
Pemerintah Jokowi melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir
telegram dengan alasan memuat banyak konten soal radikalisme dan terorisme.
Tak luput dari perhatian Mizan
Aminuddin selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
(Ketum DPD IMM) Aceh menanggapi langkah pemerintah itu. Dia berpandangan sangat
heran jika pihak pemerintah terlalu berlebihan dalam mengambil sikap.

“Kami sangat heran
melihat langkah pemerintah untuk memblokir salah satu media sosial (Telegram)
itu terlalu berlebihan”. Ungkap Mizan kepada AtjehUpdate.com, Minggu
(16/7) melalui WhatsApp nya.
“Kalau tidak bisa
membobolkan gawang lawan, jangan gawangnya dibesarkan tapi ubahlah pola dan
strategi nya”. Tegas Mizan.
Dalam hal itu, ia
berpendapat jika media sosial ini adalah sebagai alat komunikasi secara online
tanpa batas ruang dan waktu. Dan dia menambahkan jika pemerintah seharusnya
lebih kepada pencegahan salah satu nya diperketat penjualan bahan-bahan alat
kimia di pasaran.
“Kita tau bahwa jika
Telegram ini salah alat media untuk berkomunikasi secara online tanpa batas
ruang dan waktu, jadi harus nya diperketat penjualan bahan-bahan alat kimia
untuk meracik bom yang dijual di pasaran”. Imbuh Mizan Aminuddin.
Terakhir Ketum DPD IMM
Aceh mempertanyakan keberanian pemerintah pusat dalam pencegahan radikalisme
dan terorisme untuk memblokir juga media sosial lainnya dimana penggunanya jauh
lebih banyak.
“Kalau pemerintah
serius, blokir juga donk media sosial lainnya seperti Facebook, YouTube karena
penggunanya jauh lebih banyak di negeri ini ketimbang Telegram, kan sama-sama
media sosial?”. Tutup Mizan.[FT]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here