AtjehUpdate.com,- Aceh Besar, Hingga hari kelima pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII untuk cabang menembak Kota Langsa belum berhasil mengumpulkan satupun medali emas meski tim menembak untuk Kota Langsa tersebut telah diperkuat dengan atlet kelas Nasional yang pernah mencetak sejarah lolos PON Riau pertama kali yaitu Derli Amalia serta Atlet PON Jabar bernama Cut Eka Maulidea. Bahkan jatah emas yang harusnya mutlak didapatkan Langsa di kelas air pistol beregu putri malah terbang ke Aceh Tamiang, Jumat (23/11/2018).

Diduga terbangnya jatah Emas yang harusnya diperoleh Langsa ini imbas dirombaknya tim beregu pistol putri secara mendadak hanya beberapa hari menjelang PORA, yaitu digantinya atlet bernama Sherly Maidelina yang pada Pra Pora 2017 berhasil meraih juara tiga perorangan serta pemegang medali emas pada porda 2006 dan Pora 2010 yang diganti atlet bernama Noviyanti.

Berdasarkan amatan AtjehUpdate.com di Lapangan Mapolda Aceh, Tim beregu pistol putri Aceh Tamiang yaitu Tri Sriana Risky, Ulfa Aulia dan Catur Wulandari akhirnya meraih medali emas karena memiliki akumulasi nilai tertinggi, disusul Banda Aceh dan Aceh Besar. Padahal pada Pra Pora sebelumnya Kota Langsa nyaris meraih juara umum dengan dulangan medali emas terbanyak baik di perorangan dan beregu.

Tak hanya gagal meraih medali, babak final di lapangan menembak Polda Aceh juga sempat kisruh akibat tim Langsa protes akan nilai Derli Amalia yang gagal meraih juara III.

“Tadi sempat ribut karena keluarga atlet Derli tidak terima dengan nilainya dan minta menembak ulang tapi yang lain ngak setuju” ujar salah satu official di Lapangan tembak Mapolda Aceh, Jumat (23/11/2018).

Akhirnya hingga tuntasnya babak final untuk kelas air pistol putri, juara I diraih Noer Okta dari Aceh Besar, juara II diraih Langsa oleh Cut Eka dan juara III diraih Banda Aceh atas nama Rina Salnova. Bahkan meski telah dilengkapi peralatan menembak yang memadai dengan senjata baru namun Kota Langsa masih kalah jauh dari Aceh Tamiang yang telah berhasil mengumpulkan 3 medali emas dari cabor menembak berkat kegigihan pelatih Fauzir Ibrahim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here