AtjehUpdate.com,- JAKARTA- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin mengusulkan agar gaji pegawai honorer dapat disetarakan dengan Upah Minimum Regional (UMR) bagi yang tak lagi bisa mengikuti CPNS 2018 atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, usulan tersebut masih harus dibahas lebih lanjut serta disampaikan kepada Presiden.

Syafruddin menjelaskan pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, pemerintah menyediakan kuota untuk tenaga Honorer Kategori 2 sebanyak 13.347 formasi.

Namun tidak semuanya honorer K2 bisa mengikuti CPNS 2018. Sebab, tenaga honorer yang dapat mengikuti tes CPNS, merupakan tenaga honorer yang terdaftar di database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan bagi tenaga honorer yang tidak bisa mengikuti CPNS 2018 bisa mengikuti seleksi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kalau tidak lulus lagi diserahkan kepada Kementerian Lembaga (K/L) dan Pemda untuk bisa mengakomodir sistem penggajiannya disesuaikan dengan UMR,” ucapnya di kantor Kemenpan-RB, Jakarta seperti dilansir okezone, Kamis (13/9/2018).

Syafruddin mengatakan, usulan tersebut, sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan bagi pegawai honorer. Terutama bagi mereka yang sudah lama mengabdi kepada negara namun tak kunjung diangkat sebagai PNS. Saat ini, menurutnya masih ada sekitar 13.300 pegawai honorer yang masih belum diangkat menjadi PNS.

Adapun jatah untuk honorer pada seleksi CPNS 2018 ini, diperuntukan untuk honorer dengan profesi guru dan kesehatan. Adapun rinciannya adalah 12.883 formasi untuk tenaga guru dan 464 formasi untuk tenaga kesehatan. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here