Meski Telah Dialokasikan Namun Biaya Cakep Masih Menggunakan Dana Pribadi

0
187

PARLEMENTARIA

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Walaupun di Tahun Anggaran (TA) 2018 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang telah mengalokasikan dana Rp 400 juta dalam seleksi Calon Kepala (Cakep) sekolah tingkat TK, SD dan SMP, akan tetapi biaya Cakep tersebut masih menggunakan dana pribadi.

Padahal sudah ada pengalokasian 20 persen dana pendidikan dari APBK yang merupakan amanat dari Undang-Undang dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Saya sangat mendukung program Cakep dikarenakan saat ini biaya dalam seleksi Cakep masih dibiayai uang pribadi alias oleh kantong sendiri,” kata Wakil Ketua I DPRK Aceh Tamiang, Juanda, S.IP saat membuka pelatihan penguatan kompetensi pengawas sekolah dan kepala sekolah tingkat TK, SD dan SMP se-Kabupaten Aceh Tamiang, di Aula Sanggar Kegitan Belajar (SKB) Karang Baru, Senin (12/3).

Juanda yang juga Ketua DPD PAN Aceh Tamiang mengharapkan kepada pengawas dan kepala sekolah untuk tidak bosan-bosan dalam kompetensi penguatan pendidikan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu, terkait fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang menurutnya sudah berjalan baik, namun fasilitas pendukung pendidikan seperti infrastruktur jalan sangat minim dan butuh perhatian. “Salah satu contoh akses jalan menuju SDN Paya Tampah, Kecamatan Karang Baru sangat minim,” ungkapnya.

Juanda juga menyinggung, saat ini Kabupaten Aceh Tamiang mengalami defisit guru dari kalangan PNS. Dia berpendapat, kekurangan guru di Aceh Tamiang mesti disikapi dengan mendorong pemerintah daerah (pemda) setempat untuk berkoordinasi dengan Kemenpan RB dalam menyikapi kebutuhan guru PNS di Aceh Tamiang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang, Drs Ikhwanuddin, dalam kesempatan itu menyatakan, pelatihan kompetensi pengawasdan kepala sekolah tingkat TK, SD dan SMP sangat diperlukan guna meningkatkan kompetensi pengawas dan kepala sekolah tersebut.

Oleh karena itu koordinasi kepada lintas sektor dalam hal ini TAPK dan DPRK Aceh Tamiang sangat dibutuhkan menyangkut penganggaran kompetensi guru dalam upaya mendorong dan membangun kompetensi guru.

Menurut Kadis, hari ini di Kabupaten Aceh Tamiang masih kekurangan guru PNS sekitar 700 orang untuk tingkat SD dan SMP, sehingga kondisi pendidikan saat ini berada dalam titik nadir akibat kekurangan tenaga pengajar PNS.

Acara pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Aceh Tamiang, Ketua MPD, Mukhlis, NT, Koodinator Pengawas Daerah dan Kepala UPTD Disdikbud se-Aceh Tamiang dengan mendatangkan seorang nara sumber, yakni Prof Dr Mustamin, M.Sc dari Fakulatas MIPA Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here