AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Peusaba dan
Komandan Al Asyi serta Komunitas Seuramoe Pasee minta Proyek pembuangan limbah
di kompleks Darul Makmur, Gampong Jawa dihentikan. Ketua Peusaba (Peubeudoh
Sejarah Adat dan Budaya Aceh), Mawardi Usman dan Tuanku Waroul Walidin pimpinan
Komandan (Komando Aneuk Muda Alam Peudeung) Al Asyi serta Murtadha, ketua
Komunitas Seuramoe Pasee yang meninjau lokasi pembangunan tempat pembuangan
limbah tinja di Gampong Jawa mengaku sangat kecewa. Sebab daerah tersebut
merupakan titik nol kerajaan Aceh Darusallam yang sudah berusia 800 tahun
lebih. Kamis (13/7).
Demikian disampaikan oleh
beberapa lembaga tersebut pada AtjehUpdate.com, melalui pesan WhatsApp nya.
Menurutnya lagi, bahkan ada makam yang dipindahkan karena pembangunan proyek
pembuangan limbah tinja, ini sangat disayangkan dan merendahkan harga diri orang
Aceh yang hidup dengan kebanggaan sejarahnya.
“Kita akan malu kepada
dunia karena menjadikan situs tempat sejarah besar Aceh sebagai tempat
pembuangan limbah tinja disana. Karena itu Peusaba meminta kepada pemerintah Kota
Banda Aceh agar segera menghentikan Proyek itu secepatnya dan memindahkan
ketempat lain yang lebih layak. Apalagi sambungan pipa dari Peuniti ke Gampong
Jawa pasti akan mengenai banyak situs dan merusak situs yang lain”. Ujar Mawardi
Geram.
Kedepan siapapun pemegang
pemerintahan di Aceh baik level Gubernur hingga level Geuchik agar tidak
serta-merta menyetujui sebuah proyek tanpa bermusyawarah dengan para ahli ulama
cerdik pandai dan ahli Adat Aceh. Sebab itulah yang dilakukan oleh pendahulu
orang Aceh hingga masa yang akan datang.Pungkasnya.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here