AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai penggunaan Vaksin yang mengandung unsur dari Babi dan manusia itu tidak boleh dipaksakan. Hal itu disampaikan terkait pro kontra hukum menggunakan vaksin measles (campak) dan rubela, atau MR.

Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk Muslim Ibrahim MA mengatakan bahwa perlu adanya zonasi hingga penggunaan vaksin bisa dibenarkan atas alasan darurat.

“Apakah kita sudah sampai darurat, kalau tidak maka haram. Pesan Pemerintah Aceh, keadaan seperti itu jangan dipaksakan, itu permintaan Gubernur ke dinas kesehatan dan pihak sekolah baru baru ini” ucap Ketua MPU yang akrab disapa Abu Muslim ini usai menghadiri rapat paripurna terkait rancangan fatwa tentang “Konsep Darurat dan Penerapannya menurut Syariat Islam” di Gedung MPU Aceh, Rabu (10/10/2018).

Ditambahkan Abu, terkait indikator darurat maka dokter yang bisa menjawabnya terlebih di Aceh wilayah yang baru terjangkit campak adalah Simeulu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya terkait apakah Aceh telah sampai pada kondisi darurat, menurutnya ia tidak dapat menjelaskan melalui telepon.

“Saya takut salah memberikan penjelasan, besok saja datang ke kantor” ujarnya kepada awak media, Kamis (11/10/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here