AtjehUpdate.com, LANGSA – Saat melakoni laga
kandangnya versus Kepri Jaya FC yang berlangsung di Stadion Langsa, Sabtu (15/7)
lalu. Amrustian, pelatih tim berjuluk “Blue Eagle” itu tidak terlihat
dipinggir lapangan seperti biasa memberikan instruksi kepada pemainnya, Selasa (18/7).
Tidak hadirnya arsitek tim
PSBL Langsa itu menimbulkan berbagai tanda tanya dari kalangan pecinta olahraga
sikulit bundar itu, khususnya di Kota Langsa. Namun akhirnya teka-teki tidak
munculnya Amrustian yang juga merupakan mantan pemain perserikatan kesebelasan
PSMS Medan itupun terjawab.
Dikutip dari sumber situs
bolahita.com, Pelatih gaek itu mengungkapkan alasan mengapa dirinya
meninggalkan tim PSBL Langsa. Amrustian mengakui dirinya tidak sanggup lagi
menangani tim PSBL Langsa, menurutnya karena sikap asisten pelatih yang tidak
miliki rasa tanggung jawab terhadap tim, seperti tidak tidur di mes, tidak
dapat diajak kerjasama. Hingga hasutan ke pemain lokal tentang dirinya.
“Kondisi ini yang
membuat saya tidak nyaman lagi bekerja” keluh Amrustian.
Dikatakannya lagi, dirinya
juga menuding ada yang terlalu berambisi ingin menjadi pelatih. Padahal secara
ilmu dan lisensi tidak dipunyai,  terang
Amrustian.
Lanjutnya, tingkah asisten
itu sudah mulai dirasakan di pertandingan ketiga tim PSBL. Tetapi dirinya mencoba
berfikir positif dan berharap yang bersangkutan akan berubah.
Amrustian juga memaparkan,
sebelum mengambil sikap ini, dirinya juga terlebih dahulu sempat berdiskusi dan
menceritakan semua permasalahan yang dialaminya kepada istri dan keluarganya.
“Sikap mundur ini juga
disarankan oleh istri dan keluarga. Saya ceritakan semua kepada mereka
bagaimana situasinya,” papar Amrustian.
Ditegaskannya, Keputusan
itu diambil agar publik sepakbola Langsa juga mesti memahami kondisi dan situasi
sesungguhnya, ujar Amrustian.[Jagad] 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here