AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 kerap menjadi perhatian bagi warga Aceh, saat mulai masuk ke halaman taman Sulthanah Safiatuddin banyak hal yang kita temui tak hanya anjungan yang mempertontonkan aneka budaya tiap daerah di Aceh melainkan juga aneka produk yang dihasilkan.

Meski di tiap anjungan masing-masing kabupaten/kota tersuguhkan beberapa aneka kerajinan maupun kue-kue khas, PKA Ke-7 ini juga menghadirkan festival kuliner yang letaknya di tengah halaman persis depan anjungan kota Banda Aceh.

Saat mulai memasuki kawasan festival kuliner tersebut, aroma makanan khas tanah rencong ini langsung tercium hingga membuat perut pun terasa lapar, harga makanan yang di jual pun standar sehingga pengunjung tak perlu resah.

Tak hanya makanan khas, aneka cemilan dan produk yang bisa dijadikan oleh-oleh pun hadir beragam, salah satunya yang tak kalah menarik yaitu cokelat hitam produksi Aceh Utara yang bernama ‘CADO’.

Dark Cokelat dikenal memiliki khas yang pahit dan khasiat lebih baik dari cokelat susu, tak heran jika di pasaran harga dark cokelat lebih tinggi. Tak hanya rasa, dark cokelat juga memiliki khasiat menenangkan pikiran sehingga dianggap bisa mengurangi stress atau tekanan emosional tinggi.

Dibanding dengan cokelat serupa yang telah memiliki branding nama terkenal, CADO yang dihargai Rp 10.000,- per batang ini memiliki khas rasa tersendiri, ditaburi kacang tanah Aceh ditengahnya membuat rasa Cado nikmat dan terjangkau untuk dibeli.

CADO ini di olah langsung oleh tangan masyarakat Aceh Utara, tepatnya masyarakat di ulee nyeu, kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara.

Dengan kebun cokelat seluas 9800 H, petani cokelat disana tak lagi harus mengirim panennya kedaerah lain karena langsung bisa diolah.

Lilis indriansyah, kabid perbenihan, perlindungan tanaman dan produksi pada dinas perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa awalnya Cado tersebut diproduksi di ulee kareng Banda Aceh tahun 2009.

“Dulu awalnya 2009 muncul di gampong ilie Ulee kareng, Banda Aceh namun sejak 2014 pindah ke ulee nyeu” terang lilis.

Ditambahkan lilis bahwa bagi masyarakat yang ingin menikmati cokelat hitam asli aceh ini maka bisa membelinya di minimarket sekitar Aceh dengan varian harga mulai Rp 10.000 per batang, dan Rp 60.000 dengan kemasan yang lebih eksklusif serta isi yang lebih banyak. (yulita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here