Terlihat beberapa
pengunjung sedang bermian dibibir pantai Kuala Raja, Kec. Kuala, Kab. Bireuen,
Rabu (28/6).

AtjehUpdate.com, BIREUEN
Jarum jam baru menunjukkan angka 6.30 wib, suasana sedikit relui, angin pun
bertiup kencang seiring deburan ombak yang menghempas bibir pantai.
Mentari terlihat mengintip
dibalik gumpalan awan yang bertanda akan muncul matahari pagi hari, para
nelayan sibuk dengan boat nya untuk mengarungi samudera lepas mencari ikan
segar yang tersimpan didalamnya.
Itulah sekelumit pandangan
yang ternukilkan pada pantai yang berada di Gampong Kuala Raja, Kecamatan
Kuala, Kabupaten Bireuen.
Kalau kita mau menuju
lokasi dimaksud, yaitu sekitar 8 KM dari pusat Kota Bireuen yang terkenal juga
sebagai Kota ‘keripik’, dan yang paling teranyar adalah kuliner sate nya hingga
membuat kita kerap rindu pada Kota Bireuen.
Pantai Kuala Raja itu sendiri
konon nama tersebut ditabalkan karena dahulunya gampong tersebut merupakan
daerah pantai yang acap kali disinggahi oleh para saudagar dari negeri jiran
dan para raja pada saat itu juga sering berlabuh di pantai tersebut.
Makanya pantai tersebut
diberi nama pantai Kuala Raja, “ya dulunya pada masa raja yang ada di Aceh
sering singgah disini,” ujar Said Ali, salah seorang tokoh Gampong Kuala
Raja kepada atjehupdate.com, Rabu (28/6).
Dikatakan Said,
bahwasannya Kuala Raja merupakan daerah persinggahan para raja maupun saudagar
dari negeri jiran untuk berdagang di daerah pesisir Aceh ini.
Hal ini bisa kita buktikan
dengan keberadaan onggokan kapal yang karam pada bibir pantai dan hingga saat
ini masih ada, dan menurut legenda kapal tersebut terdampar ke bibir pantai dan
tidak bisa ditarik lagi ketengah laut hingga karam sampai saat ini.
Kuala Raja merupakan
daerah pesisir yang langsung berhadapan dengan selat malaka dan pantainya
sangat alami serta penggelolaan pantai tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan
warga setempat, dengan wisata yang naturai serta mengutamakan syariat islam.
Ini yang perlu kita acungi
jempol, bahwa dimana-mana pantai pasti berbau ‘maksiat’, tapi sangat beda
dipantai ini, bahwa pantai Kuala Raja adalah wisata unggulan Kota Bireuen yang
Islami.
Kenapa demikian, karena
seluruh perangkat Gampong Kuala sangatlah menjaga kearifan lokal serta
mengutamakan wisata yang Islami.
Disamping itu juga untuk
masuk ke pantai Kuala Raja para pengunjung tak perlu risau soal budget yang
akan dikeluarkan, hanya cukup merogoh kocek Rp.2000 setiap kali masuk, dan uang
tersebut juga akan dikembalikan kepada Gampong.
“Pokoknya wisata
pantai kuala raja sangat cocok buat liburan keluarga maupun membawa teman
sambil menikmati keindahan lautnya,” ujar Cut Muna, salah seorang
pengunjung dari Kota Langsa.
Sambungnya, setiap pengunjung
bisa bersantai sembari menikmati kuliner Kuala Raja, yakni ikan bakar segar
maupun kuliner lainnya juga tersedia.
“Kuala Raja is the
best sebagai rujukan wisata keluarga yang ekonomis, islami serta murah meriah
dengan keasrian laut yang bersih dan indah,” tanda Cut Muna.[Red/Ra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here