AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Penerimaan Pendaftaran CPNS yang dinanti-nanti ribuan masyarakat Aceh berakhir kekecewaan yang mendalam bagi para peserta, Para pelamar berguguran pada ujian tahap awal yang berbasis komputer atau computer assisted test (CAT) itu, karena tidak mencapai passing grade (nilai ambang batas) berdasarkan Permen PANRB Nomor 37/2018 yang dinilai terlalu tinggi.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) itu mengatur tentang nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar penerimaan CPNS tahun 2018. Dalam peraturan itu ditetapkan, nilai minimal yang harus dicapai para peserta dalam ujian SKD kelompok jalur umum, yakni 143 untuk tes karakteristik pribadi (TKP), 80 untuk tes intelegensia umum (TIU), dan 75 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK).

Wakil Ketua DPRA, Dalimi SE.Ak, mengatakan, sangat disayangkan dengan nilai ambang batas setinggi itu banyak pelamar CPNS di Aceh yang berguguran. Padahal, formasi CPNS yang tersedia di Aceh untuk tahun 2018 lumayan banyak.

Menurut laporan yang diterima pihaknya, hingga kemarin total pelamar yang lulus SKD masih sangat rendah. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Dalam sehari yang ikut ujian SKD 1.000 sampai 1.500, tapi yang lulus ujian CAT ini bisa dihitung dengan jari. Ada yang lulus dua orang, lima, bahkan ada yang kosong mungkin, tidak ada sama sekali,” ucapnya seperti dilansir serambi, Kamis (08/11/2018).

Para peserta mengeluh dengan passing grade SKD tersebut. apalagi sistem penilaiannya tidak komulatif. Jadi, menurut Dalimi memang sulit bagi peserta untuk mencapai nilai ambang batas yang telah ditetapkan itu.

“Ini sistem passing grade, jadi semua tes dalam SKD harus cukup nilainya. Kadang-kadang, ada anak kita nilainya banyak, tapi gara-gara salah satu tes nggak tercapai nilainya maka dia tetap dianggap tidak lulus dan gugur pada tahapan ini. Sayang sekali, kan?” terang politisi Partai Demokrat ini.

Melihat banyaknya pelamar CPNS yang terjegal passing grade pada tahap tes SKD ini, DPRA mendesak Menpan RB atau Panselnas penerimaan CPNS tahun 2018 untuk meninjau ulang passing grade yang telah ditetapkan tersebut.

“Bagaimana pun, kuota atau formasi CPNS untuk Aceh tahun ini harus terisi dan terpenuhi. Karena itu, DPRA berencana akan menjumpai pihak Menpan RB atau Panselnas penerimaan CPNS tahun 2018 untuk menyampaikan kondisi tersebut , mudah-mudahan apa yang kita sampaikan nanti disahuti,” pungkas Dalimi.(mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here