AtjehUpdate.com,- Jakarta, Pernyataan Ketua Bapilu DPP Hanura, H. Djafar Bajeber di media atas usulan perubahan jam waktu Rencana Debat Capres – Cawapres 2019 yang di jadwalkan oleh KPU Pusat mendapat dukungan dari berbagai pihak dan elemen, diantaranya Ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Al – Washliyah.

Melalui Ketua PB Al – Washliyah, H. Mulkan Nasution, menurutnya apa yang disampaikan Ketua Bapilu DPP Partai Hanura, H. Djafar Badjeber sudah sewajibnya mendapat perhatian oleh KPU dimana Pemilu merupakan bahagian daripada menumbuh kembangkan Budaya Penghayatan, Pengamalan Pancasila, utamanya Ketuhanan Yang Maha Esa, olehkarenanya jam tayang acara debat yang dilakukan saat ummat Islam memasuki waktu pelaksanaan Shalat Maghrib.

Ketua PB Al Washliyah, H. Mulkan Nasution
Ketua PB Al Washliyah, H. Mulkan Nasution

“Dikarenakan Debat Capres – Cawapres akan di tonton Ratusan Juta masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, jadi sangat tidak etis kalau Debatnya disaat mulai Sholat,” ujar H. Mulkan Nasution kepada wartawan melalui pesan WA, Minggu (30/13).

Dijelaskannya, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan harus menjalankan Ibadah Shalat wajib 5 waktu yaitu diantaranya shalat maghrib pada jam 18.00 dan shalat Isya jam 19.00, tapi kenapa KPU menjadwalkan Debat Capres – Cawapres dimulai jam 18.00. Ini kan sangat tidak menghormati Umat Islam yang harus menjalankan Ibadah shalat wajib, apalagi para kandidat Capres – Cawapres juga beragama Islam dan bahkan Anggota KPU juga Islam.

“Saya rasa menjalankan Ibadah shalat wajib bagi Umat Islam, bahkan yang beragama non Muslim juga menghormati umat Islam dalam menjalankan Ibadahnya masing-masing,” ujarnya.

“Semoga KPU bisa merubah jadwal Debat Capres – Cawapres sesuai aspirasi semua,” pungkasnya. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here