AtjehUpdate.com, LANGSA – Pembuatan saluran beton
batas yang berada di Gampong Paya Bujuk Seulemak dan Gampong Paya Bujok
Beuramoe dinilai amburadul, karena dalam pemasangan jarak besi dinding saluran
tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Demikian diungkapkan
Sekretaris Komisi IV DPRK Langsa yang membidangi Pembangunan, Samsul Bahri SH,
kepada atjehupdate.com, Minggu (9/7) di Langsa.
Samsul Bahri atau yang
lebih akrab disapa Robert, menuturkan bahwa dirinya telah melakukan peninjauan
terhadap pembangunan saluran beton dan setelah di kroscrek ternyata pihak
rekanan tidak melakukan pembuatan pekerjaan sesuai spesipikasi gambar.
“Kita dapati
dilapangan pembuatan saluran beton tersebut yang seharusnya jarak pemasangan
besi 15 cm, namun kenyataannya berjarak 25 cm hingga 27 cm,” terang Rober.
Sekretaris Komisi IV DPRK
Langsa yang membidangi Pembangunan, Samsul Bahri SH, saat melakukan peninjauan
pembuatan saluran beton batas Gampong PB. Seulemak – Gampong PB. Beuramoe, Kec.
Langsa Baroe, Minggu (9/7).
Masih menurutnya, kondisi
lebar disaat pengercoran juga belum cukup, dan lebih parahnya lagi bangunan
tersebut kalau dilihat seperti ular yakni terlalu berkelok-kelok.
“Kami meminta pihak
rekanan segera memperbaiki jarak besi dimaksud dan merapikan saluran tersebut,
dan kepada PPTK Cipta Karya PUPR Kota Langsa agar lebih intens dalam
memonitoring pekerjaan pihak rekanan jangan hanya menonton dan terjadi
pembiaran, begitu juga dengan pengawas,” tegas Robert.
Dan lebih anehnya lagi
ketika dilakukan peninjauan pembuatan saluran beton tersebut pihak konsultan yang
mengontrol pekerjaan malah mempertanyakan gambar pada pihak Dewan.
“Bapak ada bawa
gambarnya, coba kami lihat biar kita sesuaikan,” terang Robert menirukan
ucapan sang konsultan pekerjaan tersebut.
Dalam plang tertera
pembuatan saluran beton batas Gampong PB. Seulemak – Gampong PB. Beuramoe, Kec.
Langsa Baroe, dengan nomor kontrak 6/SPK/PML/DID/CK/2017, nila kontrak
Rp.398.576.000, dengan pelaksana CV. Harapan Baru.
Sementara itu PPTK Cipta
Karya PUPR Kota Langsa, Iskandar, yang dikomfirmasi wartawan mengatakan bahwa
apa yang sudah menjadi temuan pihak Dewan kita akan tindak lanjuti.
“Intinya kita
perintahkan pihak rekanan agar dapat membongkar kembali besi yang sudah
dipasang dan disesuaikan dengan gambar dahulu baru dilakukan pengecoran,”
kata Iskandar.[Ra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here