Pemda Aceh Selatan Lecehkan Panwaslu

0
208

Panwaslu Adalah Institusi Negara

AtjehUpdate.com,- Aceh Selatan, Ketua   Panwaslu Kabupaten Aceh Selatan Baiman Fadhli SH, kecewa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Selatan dalam hal kurangnya perhatian serta dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Panwaslu Aceh Selatan selama ini.

Kekecewaan itu disampaikan oleh Ketua Panwaslu Baiman Fadhli SH saat memberikan sambutanya pada acara sosialisasi pengawasan pertisipatif di Rumoh Agam, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu, (23/12/2017).

Menurut Baiman, Pemda Aceh Selatan telah melecehkan institusi negara di saat Panwaslu Aceh Selatan mengadakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, bersama Pramuka, Musisi dan Kelompok Pemuda Seni Pencak Silat di rumoh agam tidak dihadiri oleh satu orangpun dari unsur Pemerintah Daerah Aceh Selatan.

Kekecewaannya terhadap pemerintah daerah dikarenakan ketidak hadiran unsur Pemda Aceh Selatan di acara sosialisasi yang sedang berlangsung, “ini adalah sebuah pelecehan atau sebuah penghinaan bagi kami dan melecehkan institusi negara”, ungkapnya.

“Kami sangat kecewa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Selatan,  ini merupakan penghinaan dan pelecehan Intitusi Negara”, Kata Baiman dengan penuh kekecewaan.

Baca Juga  Lima Paslon Walikota Langsa Ikuti Acara Debat Publik

Baiman mengatakan, bahwa untuk menjaga dan untuk menjamin agar pemilu berjalan sesuai ketentuan, diperlukan suatu pengawasan terhadap jalannya Pemilu tersebut.

Selain pengawasan dari Banwaslu disamping itu terdapat juga pengawasan oleh masyarakat terhadap jalannya proses Pemilu yang disebut juga dengan pemantauan Pemilu, adanya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan pengawasan pemilu ini adalah bentuk dari susunan Hak dari Warga Negara.

Oleh karena itu dalam sosialisasi ini kami dapat menyampaikan empat hal yang akan dilaksanakan Banwaslu Kabupaten Aceh Selatan yaitu; pertama, perluasan pengawasan jaringan pada kelompok strategis diantaranya adalah adik – adik calon pemilih serta kelompok pemuda yang akan memilih nantinya.

Kedua, pengembangan model pengawasan partisipatif hal ini juga tercermin dari kegiatan kita pada hari ini, dimana kami Banwaslu Aceh Selatan, menampilkan acara – acara dengan nuansa yang berbeda, dengan harapan tumbuh serta berkembangnya pengetahuan  arti pentingnya pemilu yang merupakan sarana penyampaian makna kedaulatan rakyat, Hal ini sebagai mana yang dimaksudkan dalam pasal 1 ayat 2 Undang – undang Republik Indonesia Tahun 1945.

Baca Juga  Menjelang Hari Pencoblosan, Rumah Datok Ditembak OTK

Ketiga, pengembangan pusat data dan belajar untuk pengawasan Pemilu, kemudian akan kami lakukan dalam periode waktu berjalan, dimana kita sedang mempersiapkan rencana – rencana Strategis yang selanjutnya akan kami sediakan kepada masyarakat Aceh Selatan nantinya dalam bentuk pojok pengawasan, yang didalamnya terdapat buku bacaan, yang buku tersebut salah satunya adalah merupakan catatan kami yang berbasis data dan informasi yang kami peroleh dari sumber – sumber yang terpercaya, hal itu kami kemas dalam catatan akhir tahun 2017 dengan judul menerisik kesiapan Banwaslu Aceh Selatan Tahun 2019.

Selanjutnya yang terakhir, pengembangan strategis kampanye pengawasan pemilu yang mampu mendorong penguatan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan pelanggaran Pemilu.

Setidak nya kelompok – kelompok Strategis yang mulai kami dekati secara persuasi nantinya akan menjadi kelompok besar, dimana akan menjadi pengawas pemilu, untuk mengajak masyarakat agar dapat menggunakan hak pilih nya, ikut mengawasi proses pemilu tahun 2019 nantinya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Panwaslu Aceh Selatan, Baiman Fadli, S.H, sebagai moderator Dr. Fajran Zain, MA, peserta dari anak Pramuka, Mahasiswa,  Musisi dan Kelompok Pemuda Seni Pencak Silat.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here