Gelontorkan Dana 250 Juta

AtjehUpdate.com,- Aceh Tamiang, Pemerintah Daerah Aceh Tamiang, (Pemda Atam) memfasilitasi sejumlah Wartawan untuk ikut Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Jakarta, dengan menggelontorkan dana berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2018, dari pos anggaran Humas Sekdakab setempat, sekitar Rp 250 Juta.

Kegiatan UKW di Jakarta tersebut dikabarkan selama dua hari, yakni dari tanggal 4 September2018 hingga tanggal 6 September 2018, dan setiap peserta (wartawan ikut UKW, red) ditanggung dananya oleh Pemda Aceh Tamiang, serta diberikan uang saku sekitar Rp 250 ribu per-hari kegiatan.

Sebelum mengkuti UKW di Jakarta, sejumlah wartawan yang mendaftar, dikabarkan harus melalui proses seleksi verifikasi dengan mengirimkan hasil karya tulisnya (berita) ke Email Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS) di Jakarta.

Informasi yang dterima, bahwa dari hasil verifikasi LPDS tersebut, ada 16 wartawan yang bertugas diwilayah Aceh Tamiang, lulus verifikasi untuk mengikuti UKW di Dewan Pers. Namun sayangnya, dari 16 wartawan (peserta) yang lolos verifikasi untuk ikut UKW tersebut, ada dua peserta yang mengundurkan diri, masing – masing berinisal AB dan MS, karena keduanya diduga tidak bisa mengoprasikan laptop, sehingga dinilai tidak layak untuk mengikuti kegiatan UKW tersebut.

Salah satu peserta yang telah mengundurkan diri, AB, Minggu (2/9) via membenarkan dirinya telah mengundurkan diri secara tertulis untuk tidak mengikuti kegiatan UKW tersebut.

“Benar, saya sudah mengundurkan diri secara tertulis untuk tidak mengikuti UKW yang difasilitasi oleh Bagian Humas Sekdakab Aceh Tamiang. Namun pengunduran diri saya itu, ada diberikan kompensasi uang untuk saya senilai Rp 800 ribu,. Dan yang memberikan uang tersebut bendaharawan Humas Sedakab Aceh Tamiang. Termasuk MS yang ikut mengundurkan diri juga mendapatkan kompensasi uang Rp 800 ribu juga,” terang AB.

Dijelaskan AB, pengunduran dirinya itu, tidak lain dikarenakan tidak adanya dukungan dari sebagian rekan – rekan lainnya, karena hal itu dinilai oleh rekan – rekannya bisa memalukan Pemda Aceh Tamiang, karena mengirim peserta yang tidak bisa menggunakan (mengoprasikan) laptop, meski dirinya telah dinyatakan lolos verifikasi dari LPDS.

“Maunya sebelum saya mengikuti seleksi verifikasi, seharusnya diberitahukan kepada yang tidak bisa menggunakan latop tidak bisa mengikuti kegiatan UKW. Namun setelah saya lolos verifikasi, hal itu baru dipersoalkan. Kalau saya tau kejadiannya seperti itu, tentu saya tidak mendaftarkan diri untuk ikut verifikasi,” terang AB bernada kecewa.

Sementara Kabag Humas Sekdakab Aceh Tamiang, Ardha membenarkan kegiatan UKW yang akan diikuti 16 wartawan itu, difasilitasi oleh Pemda Aceh Tamiang, dengan menggelontorkan dana sekitar Rp 250 juta.

“Dana Rp 250 juta itu diperuntukan untuk semua kegiatan UKW tersebut, termasuk untuk uang saku para perserta dalam perharinya diberikan Rp 250 ribu. Kegiatan ini sudah diprogramkan oleh Kabag Humas Sedakab Aceh Tamiang sebelumnya, dan saya sebagai Kabag Humas yang baru, hanya meneruskan saja,” terang Arda.

Disinggung tentang adanya dua perserta yang lolos verifikasi namun mengundurkan diri untuk tidak jadi mengikuti kegiatan UKW tersebut, hal itu juga dibenarkan oleh Kabag Humas, Arda. Namun dirinya menjelaskan keinginan pengunduran diri AB dan MS untuk tidak ikut UKW dilakukan secara tertulis.

“Karena keduanya sudah menyatakan mengundurkan diri secara tertulis, dan keduanya telah diberikan kompensasi berupa uang senilai Rp 800 ribu. Uang yang diberikan oleh keduanya (AB dan MS) itu, ditekel (ditangani) oleh peserta yang lolos verifilasi LPDS, untuk ikut UKW bernama Yogi,” jelas Arda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here