AtjehUpdate.com, LANGSA – Pemerintah Kota Langsa diminta
mem “black list” perusahaan
rekanan (kontraktor) nakal yang mengerjakan proyek asal jadi.

Hal itu dikatakan Direktur
Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah pada atjehupdate.com, diruang
kerjanya, Selasa (18/7).

“Permintaan ini bukan
tanpa alasan, lihat saja temuan anggota DPRK di lapangan ada sejumlah proyek
yang dikerjakan banyak yang  tidak sesuai
dengan spek, sehingga diperintahkan bongkar” kata Sayed.

Lanjutnya, sangat ironis
disaat Pemko dan rakyat Langsa memberikan kercayaannya kepada perusahaan
tersebut guna mengerjakan sebuah proyek, tetapi oleh perusahaan itu “berkhianat“. Dengan melakukan
pengerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Berdasarkan alasan inilah
diminta kepada Walikota Langsa untuk bersikap tegas terhadap perusahaan rekanan
nakal, memberi sanksi dan black list “. Ujar Sayed.
Menurutnya, bila ditinjau
dari persfektif hukum, temuan anggota dewan tersebut sudah dapat dijadikan
bukti awal bagian dari rencana perbuatan jahat.
Gadjah Puteh menghargai
dan mengapresiasi langkah para wakil rakyat Langsa yang jalankan fungsi
pengawasannya yakni melihat dan terjun langsung ke objek atau lokasi pengerjaan
proyek.
“Apa yang telah
dilakukan oleh anggota DPRK itu patut diapresiasi, karena itu adalah bentuk
pengawasan serta bagian dari mengingatkan kepada para rekanan untuk tidak
melakukan penyimpangan, jika sebaliknya tidak diingatkan dikhawatirkan ujungnya
bermuara pada proses hukum, tentunya semua pihak akan merugi, seperti hasil
proyek tidak berkualitas dan rekanannya pun akan berurusan dengan hukum,”
tukas Sayed.[Jagad]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here