AtjehUpdate.com,- Lhokseumawe, Pagi yang cerah hari ini, Fakhrurrazi (28) kandidat magister (S2) termuda diantara rekan-rekan seperjuangannya kini dapat tersenyum bangga bercerita tentang hasil perjuangan yang dialaminya. Sebuah capaian yang mungkin siapa pun tak akan menyangka, tetapi terbukti benar adanya, Proses memang tak mengkhianati hasil, begitu sebutannya.

Dua tahun silam Fakhrurrazi atau dengan sapaan Fakhrurrazi Kunyet yang kini juga dipercaya sebagai Presidium LSM_ aliansi masyarakat anuek nangroe (AMAN) kesehariannya ditemui di Pasar Kota Sigli berjualan pakaian jadi pria. Sebuah profesi yang dia lakoninya untuk membantu keluarga ayahnya (alm) sejak usia 20 tahun silam.

“Saya putusin jualan di tempat saudara untuk memenuhi kebutuhan kuliah saya. Mengingat S2 kebutuhan semakin besar saya pun harus jualan dari pagi bahkan sampai malam, justru pada jam jam tersebut orang lain sedang beristirahat melepas kelelahannya” ujar Fakhrurrazi kunyet kepada AtjehUpdate.com dengan nada bercerita.

Menjalani profesi itu pun tak lantas membuat prestasinya mengendur dan menyurutkan semangatnya.

Tak seperti kebanyakan anak muda yang lain pada umumnya yang barang tentu didukung orang tua untuk meraih pendidikan, saya harus pikir berkali-kali untuk minta restu orang tua yaitu ibu tercinta semata wayang wanita yang sangat mensupport dan mendoakan anaknya untuk meneruskan jenjang pendidikan ke S2. Saudara-saudaranya bahkan harus putus sekolah dan memilih bekerja demi menopang ekonomi, ungkap pria kelahiran gampong Kunyet tersebut.

Fakhrurrazi merupakan anak ke empat dari lima bersaudara. Sempat mengalami terhenti satu semester (non aktif) dan memutuskan hijrah ke kota Surabaya bekerja dan mendapatkan pendidikan training pada perusahaan Semen Indonesia Group Tbk. Ternyata sikap tersebut diambil Demi untuk memenuhi biaya kuliahnya.

Sebagai salah seorang mantan staf projek semen indonesia Aceh (SIA) yang sempat ditraining di Surabaya lebih kurang 1 tahun akhirnya kembali ke provinsi asal (Aceh) untuk melanjutkan kembali pendidikan masternya hingga selesai dengan hasil sangat memuaskan, Selasa (26/02/2019) hari ini.

Sebagai putra asli pidie Fakhrurrazi sempat menempuh jenjang sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Jabal Ghafur dengan selesai tepat waktu, dan juga di waktu yang bersamaan karena dia memiliki kemampuan lebih dari kawan-kawannya maka dia dipercayakan sebagai Asisten Dosen untuk Mengajar di kampus UNIGHA tersebut. Sebuah kampus yang juga merupakan universitas kebanggan jantong hate masyarakat Pidie yang telah melahirkan banyak kader kader potensial di bidangnya masing-masing yang tersebar di seluruh pelosok Negeri ini.

Harapannya setelah mendapatkan ijazah nanti, maka profesi akademisinya untuk mengabdi dan berbagi bagi yang membutuhkan, pemuda harus jadi agen of chaenge (pembawa perubahan). Apalagi saat ini tantangan semakin sulit di era rovolusi 4.0 bila pemuda tak bergerak salah satu indikatornya melanjutkan pendidikan, milenial harus bangkit tak boleh diam karna tantangan jaman semakin silit dipastikan kedepan akan terjadi boom intelektual di bumi serambi ini, tutup Fakhrurrazi Kunyet.(Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here