Penambang Minyak Tradisional Unjuk Rasa Tuntut Tiga Hal

0
98

AtjehUpdate.com,- Aceh Timur, Ribuan masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak yang selama ini menggeluti pekerjaan Penambang minyak tradisional, melakukan unjuk rasa ke Kantor DPRK Aceh Timur, Senin (07/05/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

Dalam orasinya, masyarakat meminta kejelasan regulasi tentang tambang minyak tradisional yang ada di wilayah mereka sebagai sumber pendapatan mereka selama ini.

Pantauan wartawan, saat berlangsungnya unjuk rasa tersebut, masyarakat juga meminta kepada aparat kepolisian untuk membebaskan semua tersangka yang telah ditangkap selama ini.

Bupati Aceh Timur Hasballah, H. M. Thaib pada kesempatan itu mengatakan, terkait permintaan para penambang dan pekerja untuk melanjutkan pengelolaan sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak tersebut maka akan diusahakan untuk tetap berlanjut namun harus berada dibawah pengawasan instansi terkait dalam bentuk koperasi.

Ditambahkan Bupati, Pemkab Aceh Timur juga akan segera melaporkan ke Gubernur dan Menteri ESDM RI terkait hal tersebut.

“Kami sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar sumur-sumur minyak ini dapat dikelola kembali oleh masyarakat,” kata Bupati.

Tragedi Pasir Putih yang terjadi Rabu (24/4/2018) lalu merupakan bencana daerah yang telah menelan puluhan korban jiwa serta 35 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Aceh.

Sebelumnya, Saifullah alias Pon Kleng sebagai perwakilan aksi ke Gedung DPRK Aceh Timur menuntut tiga hal yaitu menjadikan tragedi Pasir Putih sebagai bencana daerah, mengabulkan penangguhan penahanan tiga warga Ranto Peureulak lainnya yang masih ditahan pihak kepolisian berkaitan dengan ledakan dan kebakaran sumur minyak di Desa Pasir Putih serta mengembalikan pengelolaan sumur minyak ke masyarakat untuk dikelola dibawah pengawasan pemerintah.

“Jika tidak maka masyarakat disana akan menjadi pengangguran,” ucap Pon Kleng.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here