Ist
AtjehUpdate.com, Aceh Selatan
Sejak sepekan terakhir garam di Aceh Selatan langka, kelangkaan tersebut
dikeluhkan para perajin ikan asin rumahan di Desa Lhok Pawoh Kecataman Sawang,
Kabupaten Aceh Selatan.
Nur Latifah (40), warga Lhok Pawoh salah seorang perajin ikan asin 
Minggu (9/7) kepada AtjehUpdate.com, mengatakan garam sebagai bahan baku
untuk pengolahan ikan asin sejak sepekan terakhir  sangat 
sulit kami dapatkan, kalaupun ada harganya sangat mahal.
“Biasanya, harga
garam 10 ribu per pack namun akibat kelangkaan harga garam naik menjadi 20 ribu
per pack, Itu pun sulit didapatkan. Kelangkaan garam ini membuat produksi ikan
asin kita terhambat”, pungkasnya.
Amatan AtjehUpdate.com, di
Pasar Inpres Tapaktuan beberapa pedagang membenarkan kelangkaan garam. Fajri
Hannas salah satu pedagang garam di pasar Inpres Tapaktuan mengatakan
kelangkaan garam terjadi semenjak sepekan terakhir, hal ini membuat banyak
warga yang mengeluh.
“Tidak masuknya garam
dari belawan medan ke pasar Inpres Tapaktuan membuat garam di pasar Inpres
Tapaktuan ini langka”.
“Kami terpaksa
menaikan harga jual garam yang biasanya 10 ribu per pack naik menjadi 20 ribu
per pack, kenaikan ini disebabkan langkanya pasokan garam di Aceh Selatan saat
ini”. Kata fajri.
Fajri juga berharap kepada pemkab serta dinas terkait untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini, kalau
pasokan garam sudah stabil pasti kita 
akan jual kembali dengan harga normal, Pungkasnya.
Sementara itu Kabid Perdagangan
Dinas UKM Aceh Selatan dikonfirmasi via seluler mengatakan dia sudah menerima
informasi kelangkaan garam tersebut, besok kami akan cek harga sembako di
pasran.
“Setiap senin-kamis
kami rutin melaksanakan pengecekan harga sembako di pasar-pasar yang di Aceh
Selatan. Besok kami akan konfirmasi kembali 
kendala terjadinya kelangkaan garam tersebut.” Jawabnya
singkat.[FT]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here