AtjehUpdate.com,- Langsa, Jajaran Pemerintah Kota Langsa memperingati isra mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H yang digelar di Mesjid Agung Darul Falah, Rabu (3/4).

Peringatan isra mi’raj itu dimeriahkan dengan lantunan zikir yang dipandu oleh group zikir Ifqah Darul Falah Kota Langsa.

Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM dalam sambutannya mengatakan, Pemko Langsa mulai tahun ini memperingati hari besar islam tepat waktu.

Hal ini penting, karena sejatinya pemerintah meliburkan hari besar islam agar masyarakat, ASN dapat memanfaatkan momen tersebut untuk menambah keilmuan dan keimanan.

“Biasanya peringatan hari besar islam tidak dilaksanakan tepat waktu, namun mulai tahun ini Pemko Langsa akan melaksanakan tepat waktu, karena diliburkannya hari besar islam merupakan perjuangan umat terdahulu untuk meminta hari besar islam diliburkan hanya semata – mata agar benar-benar dapat mengambil iktibar pada hari besar islam salah satunya peringatan isra’mi’raj,”jelas Marzuki.

Dikatakannya, bisa saja pemerintah mengevaluasi hari besar islam dan mencabut hari libur karena mungkin banyak ASN yang tidak memanfaatkan hari libur peringatan islam. “Untuk mari kita beramai-ramai datang ke mesjid raya untuk memperingati isra’mi’raj,”pintanya.

Lanjut Marzuki, peristiwa isra’ mi’raj adalah kejadian untuk menerima perintah shalat dari Allah SWT.

Dirinya mengajak para ASN untuk dapat terus meningkat kualitas dan kuantitas ibadah shalat.

Sementara itu, Tgk. H. Yusuf Wahab dalam taushiyahnya menyebutkan isra’mi’raj terjadi di periode mekkah, periode dimana masa-masa sulit Rasulullah memperjuangan islam, karena Rasulullah memperjuangkan islam dengan sendiri.

Maka, kata Tusob panggilan akrabnya, saat itu ada dua proses yang dilakukan Nabi Muhammad, proses pertama memperbaiki orang, proses kedua memperkuat kebaikan. “Kebaikan yang kita perjuangkan butuh waktu, kekuatan dan proses, sebaik apapun kebaikan yang kita perjuangkan tanpa ada kekuatan itu sulit,”ujarnya.

Dijelaskannya, perintah shalat merupakan suatu hal yang istimewa, karena perintahnya langsung diberikan Allah kepada Rasulullah tanpa melalui perantara malaikat Jibril dan tidak diberikan di bumi.

Dalam bacaan shalat, terdapat kalimat hidup dan matiku hanya untuk Allah SWT, ini suatu komitmen yang berat yang harus dilaksanakan oleh umat islam.

Karena pada kenyataannya banyak perbuatan dan amalan yang dikerjakan tidak untuk Allah.”Sekarang hidup kita banyak untuk mengejar harta, jabatan dan kesenangan dunia,”ungkapnya.

Untuk itu dirinya mengajak agar setiap perbuatan dan pekerjaan yang dilakukan hendaknya harus mencari ridha Allah. “Semua yang kita lakukan, apapun profesi kita harus dapat membawa kita ke surganya Allah SWT, “demikian sebut Tusob.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here