Muslim A Gani SH :  “ perdamaian boleh terjadi” proses hukum tetap harus jalan

AtjehUpdate.com,– LANGSA, Lima hari telah berlalu paska penghakiman massal atas ketidakpercayaan warga pada sepasang suami istri yang mengaku telah menikah sirri, tak lain tak bukan yang viral memenui media cetak dan online saat ini yaitu Kepala Bappeda Langsa atas tindakan warga dusun Buket , Gampong Paya Bujuk Seleumak Kecamatan Langsa Barat yang menghukum ia dan istri sirrinya dengan mengguyur  air parit hitam pekat berikut kotoran yang melekat sebagai akibat “dugaan mesum” yang dibuat , Sabtu (28/07/2018).

Meski sehari berikutnya, Kepala Dinas Syariat Islam menyatakan bahwa pernikahan sirri itu sah secara agama disertai bukti, saksi dan keterangan wali nikah DK, Istri sirri Kepala Bappeda namun bagaimana dengan warga yang telah salah menghukum dengan tak manusiawi padahal telah ditunjuk bukti surat nikah malah mengabaikan dan tetap antusias menyiramkan air parit hitam berkali-kali hingga memasuki telinga dan terminum oleh Kepala Bappeda Langsa yang memilih pasrah atas tindakan massa? Apakah dibiarkan begitu saja?

“Menurut saya itu masuk dalam PERSEKUSI , Pelaku atau kelompok yang melakukan persekusi dapat diancam pidana KUHPidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 368, penganiayaan 351, pengeroyokan 170, dan lain-lain,”  ujar Muslim Agani SH Konsultan Hukum pada kantor LawFirm Acheh Legal Consult dalam keterangannya, Kamis (02/08/2018)

Menurut salah satu pengacara yang terkenal di Kota Langsa ini, Perbuatan tersebut bisa langsung diproses hukum tanpa memerlukan aduan.

“Perdamaian boleh terjadi, namun proses hukum harus jalan karena bila tidak maka akan menjadi preseden buruk kedepan bagi daerah ini dalam penegakan hukum, apalagi sudah menjadi berita nasional padahal yang bersangkutan tidak ada salahnya” tuturnya kepada AtjehUpdate.com.

Kini lima hari telah berlalu, Persekusi yang telah viral tersebut belum juga ditangani pihak Polri khususnya Polres Langsa. Lalu apakah itu artinya pelaku tindakan persekusi  terbiarkan saja ?

“ Saya masih ingat Pak Kapolri sampaikan

Mengenai persekusi  “saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian, kalau ada yang melakukan upaya itu, jangan takut. Saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Tito, Kamis (1/5/2018)

Sementara itu, Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan tindakan persekusi itu bisa diancam pidana. kemudian menyebutkan setidaknya ada tiga pasal dalam KUHP yang bisa digunakan untuk menjerat pelaku persekusi.

“Pelaku atau kelompok yang melakukan persekusi dapat dikenai pasal-pasal dalam KUHP, seperti pengancaman pasal 368, penganiayaan 351, pengeroyokan 170, dan lain-lain,” Demikian dijelaskan Muslim. (Mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here