AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Tim PEUSABA Aceh
melakukan ekspedisi ke lokasi tempat pembuangan limbah tinja di Gampong Jawa
Banda Aceh, tak jauh dari sana didalam hutan bakau ditemukan bekas Mesjid Darul
Makmur yang juga masuk dalam kompleks Istana Darul Makmur yang sekarang menjadi
Gunongan Sampah (TPA). Bekas pondasi tergenang dalam air dan masih bisa dilihat
dan digali. Karena itu tim Peusaba Aceh mengingatkan sistem GEO Radar sudah
mendesak digunakan supaya situs tidak hilang. Senin (31/07).
Menurut Bang Zol dan Bang
Irdus yang mengetahui sejarah disana dengan baik, lokasi disana adalah bekas
kompleks Istana dan Mesjid Darul Makmur yang didirikan pada masa Sultan Johan
Syah tahun 601 H (1205 M) serta Pekan atau Pasar Orang Berdagang disana mulai dari
Inggris hingga Cina, ini sesuai dengan isi hikayat lama.
Mereka mengatakan, dari info
konsultan bahwa lokasi bekas pondasi itu juga akan menjadi tempat pembuangan
limbah tinja. Sebab lokasi yang sekarang hanya untuk 5 ribu kk dan akan
ditambah diperluas lagi dan mungkin akan besar lagi lokasi pembuangan limbah
sebab tanah tempat pondasi juga sudah dibebaskan.
Karena itu, Tim PEUSABA
Aceh meminta pemerintah pusat, propinsi, dan walikota dalam waktu dekat ini untuk
segera menghentikan proyek pembuangan limbah ini karena akan menghancurkan
situs sejarah Aceh yang sudah ribuan tahun dan ini juga akan menghilangkan
memori kolektif tentang keagungan dan kebesaran sejarah Aceh sebagai salah satu
dari 5 Imperium Dunia yang berdampingan dengan Turki, Safawi, Mughal dan
Magribi (Maroko).[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here