AtjehUpdate.com, BANDA ACEH – Dalam rangka
menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72 (HUT RI Ke 72), Pengurus
Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bekerjasama dengan Institute for
Development of Acehnese Society (IDeAS) menggelar kegiatan Diskusi Publik yang
digelar di Aula Gedung Pemuda KNPI Aceh (Lantai 3), Lam Priet, Banda Aceh,
senin, 14 agustus 2017.
Diskusi yang mengangkat
tema “Partisipasi Masyarakat Dalam Perayaan Hari Kemerdekaan”,
tersebut diisi oleh para narasumber dari berbagai stakeholder; Badan Kesbangpol
Aceh diwakili oleh Mus Mulyadi, Praktisi Sosial Kemasyarakatan Saifullah Abdul
Gani (SAG), Ketua KNPI Banda Aceh Afdhal Khalilullah, dan Ketua I PW PII Aceh,
T. Rizki Aulia Rahmat. Sementara dialog dipandu oleh Ketua IDEAS, Munzami Hs.
Ketua Panitia, Mauliza
Effendi dalam sambutannya menyatakan, peringatan HUT RI yang ke 72 ini harusnya
menjadi ajang bagi semua pihak untuk merekatkan kembali semangat kebangsaan dan
kemerdekaan. Terutama bagi pemuda untuk sama-sama menjaga integrasi bangsa,
mengisi nilai-nilai kemerdekaan dari berbagai hal yang dapat mengakibatkan
perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa.
Mus Mulyadi, mewakili
Kesbangpol Linmas dalam paparannya menyatakan bahwa permasalahan mendasar pada
masyarakat Aceh saat ini adalah menurunnya sikap partisipasi generasi muda
terhadap nilai berbangsa dan bernegara.
“Krisisnya nilai
semangat kemerdekaan generasi muda Aceh saat ini adalah dengan menurunnya
nilai-nilai kebangsaan bernegara. Saat ini dapat kita rasakan adanya penurunan
sikap partisipasi dalam menyemarakkan Kemerdekaan dan HUT RI di masyarakat
Aceh,” ungkap Mus Mulyadi.
Kemudian katanya, sikap
berkurangnya kesadaran di masyarakat Aceh untuk berpartisipasi dalam
mengamalkan nilai-nilai kemerdekaan seperti mengibarkan bendera merah putih di
rumah warga yang harusnya menjadi rutinitas setiap tahun dalam menyemarakkan
HUT RI.
“Masyarakat Aceh sekarang
telah mengalami degradasi dan menurunnya partisipasi dalam mengisi nilai-nilai
kemerdekaan karena kurangnya edukasi kebangsaan di masyarakat. Oleh sebab itu,
Kesbangpol mengajak lapisan masyarakat dalam memperingati HUT RI yang ke 72
dengan mengibarkan bendera merah putih di rumah warga selama sebulan
penuh,” ungkap Mus Mulyadi.
Sementara Praktisi Sosial
Kemasyarakatan, Saifullah Abdul Gani mengatakan bahwa dalam mengisi nilai-nilai
kemerdekaan Indonesia ialah dengan berpartisipasi aktif dalam rangka mengisi
kegiatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia.
Pada dasarnya untuk
mengisi kemerdekaan ini membutuhkan banyak cara yang dilakukan, seperti
kegiatan gotong-royong, saling membantu, membagun partisipasi perangkat desa
dan sebagainya.
Saifullah menambahkan
dalam refleksi menyambut kemerdekaan Indonesia, masyarakat Aceh siyogyanya
harus memaknainya dengan berbagai konteks.
“Masalah yang paling
penting dalam mengisi nilai-nilai kemerdekaan adalah mengatasi kemiskinan dan
kebodohan. Efek kebodohan dan kemiskinan adalah gizi buruk. Lalu dampaknya
adalah hilangnya generasi yang mampu mempertahankan semangat kemerdekaan dan
kedaulatan Republik Indonesia,” imbuh Praktisi Sosial Kemasyarakatan itu.
Adapun kegiatan diskusi
ini dihadiri oleh 80 peserta dari PW PII Aceh, IDeAS dan tamu undangan lainnya.[Najmi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here