Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Pemalsuan Dokumen Kayu

0
406

Pelakunya Diduga Oknum Pamhut

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Muhammad Yunus (39), pemilik Kilang Papan (KLP UD Kris) mempertanyakan tindak lanjut penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen kayu yang telah merugikan pihaknya baik secara materil maupun inmateril.

Kasus ini terjadi pada bulan April 2017, bermula dari satu unit truk Colt Diesel BL 8544 U yang mengangkut kayu olahan sebanyak13. 6711 m3 ditangkap aparat Polres Langkat. Selang beberapa hari kemudian, M Yunus mendapat surat panggilan dari Polres Langkat Nomor S.Pgl/596/V/2017 Reskrim tanggal 21 April 2017. Disitulah dirinya baru mengetahui Dokumen SKSHHK miliknya telah dipalsukan. Pelaku pemalsuan dokumen diduga melibatkan oknum Pamhut KPH Wilayah III Langsa.

“Saya minta aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) yang diduga dilakukan oknum petugas pengamanan hutan (Pamhut) yang bertugas di UPTD KPH Wilayah III Aceh berinisial TAA,” kata M Yusus dalam keterangan pers kepada awak media di salah satu kafe Kota Kualasimpang, Rabu (7/3).

Menurut Yunus, kasus ini sudah ditangani Polsek Kejuruan Muda Polres Aceh Tamiang berdasarkan hasil laporan  Nomor: STPL / 40/V/2017/SPKT/Sek.Kej.Muda pada tanggal 4 Mei 2017. M Yunus menerangkan kepada polisi bahwa kayu tersebut bukan miliknya dan dia tidak pernah mengeluarkan SKSHHK tersebut.

Sambil menunjukkan bukti-bukti dokumen yang diduga telah dipalsukan, Yunus mebeberkan, adapun dokumen SKSHHK KLP UD Kris yang di palsukan oleh oknum Pamhut diantaranya, pemalsuan tanda tangan, stampel, jumlah kayu, masa berlaku dan tujuan pengantaran kayu. “ SKSHHK UD Kris diduga dipalsukan dengan cara di scaner dan pelaku mengedit isi SKSHHK UD Kris yang sudah pernah di keluarkan pada tahun 2016,” sebutnya.

Muhammad Yunus selaku Direktur KLP UD Kris yang beroperasi di Kota Lintang Bawah, Kualasimpang ini menjelaskan, dalam dokumen SKSHHK KLP UD Kris yang pernah diterbitkan tahun 2016 tercatat masa berlakunya tiga hari (21-12-2016 s/d 23-12-2016) dan jumlah kayu yang dibawa 15.000 meter kubik. Sementara dokumen SKSHHK KLP UD Kris yang di palsukan masa berlaku hanya dua hari (20-04-2017 s/d 21-04-2017) serta jumlah kayu yang dibawa 13.6711 meter kubik.

Atas tindakan pemalsuan terhadap dokumen negara tersebut, pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, pada 26 April 2017 Nomor.03/UDK/V/2017 perihal terindikasi bahwa oknum Pamhut membuat dokumen SKSHHK–KO Palsu.

Selaku pemegang SKSHHK KLP UD Kris yang beroperasi di di Aceh Tamiang, M Yunus merasa sangat dirugikan terhadap dugaan pemalsuan dokumen tersebut baik matril maupun kerugian inmatrial yang tak terhingga. Tidak hanya itu nama baiknya juga telah dicemarkan. Untuk itu pihaknya berharap kasus ini segera di tuntaskan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga ada efek jera bagi pelaku. “Yang dipalsukan adalah dokumen negara, untuk mendapatkan hak atas dokumen itu saya ikut pendidikan selama 18 hari di Banda Aceh. Masa tidak ada sanksi hukum terhadap pelaku,” ulasnya.

Ditemui terpisah, LSM Gadjah Puteh juga mendorong pihak penegak hukum agar kasus manipulasi data dugaan pemalsuan dokumen kayu diusut sampai tuntas. Pihaknya juga meminta kepada Kepala Kanwil Kehutanan Aceh harus memberikan sanksi tegas jika terbukti ada oknum personel Pamhut yang terindikasi ‘bermain’ dengan memalsukan dokumen tersebut. “Yang dipalsukan dokumen tentang pengangkutan kayu olahan, pelakunya diduga oknum petugas Pamhut, tentu harus ada sanksi tegas. Selain merugikan pengusaha, kasus ini bisa memberikan dampak negatif dalam penegakan dan pengawasan hutan di Aceh,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kejuruan Muda, AKP Marasaid Sagala yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (6/3) membenarkan adanya kasus tindak pidana dugaan pemalsuan dokumen kayu tersebut. Kapolsek menegaskan, saat ini kasusnya masih terus ditindak lanjuti dalam proses menunggu keterangan saksi ahli. “Sedang menunggu keterangan dari saksi ahli dari Banda Aceh. Kasus ini tetap berlanjut dan di proes secara hukum” tegasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here