AtjehUpdate.com, Langsa – Aparat kepolisian
jajaran Polres Langsa, Sabtu (22/7) sekira pukul 01.00 Wib berhasil mengamankan
dua orang tersangka diduga pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal.
Kedua tersangka itu yakni
KM alias KP (51) pekerjaan Ibu Ruma Tangga, warga Dsn Satria Gampong Sungai
Pauh Induk, Kecamatan Langsa Barat, Pemko Langsa. Serta AN (28) wiraswata,
warga Dsn Nelayan Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat, Pemko
Langsa, keduanya diamankan dari Gampong Sungai Pauh Induk, Kecamatan Langsa
Barat.
Kapolres Langsa AKBP
Satrya Yudha Prakasa melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq.Sik pada atjehupdate.com,
Sabtu (22/7) di Mapolres Langsa membenarkan hal itu.

Dikatakannya, kedua
tersangka diciduk oleh petugas di Gampong Sungai Pauh Induk Kecamatan Langsa
Barat berdasarkan laporan warga korban Zubaidah (55) Warga Gp.Bayeun Kecamatan Rantau
Seulamat, Kabupaten Aceh Timur kepada pihak kepolisian.
Kasat Reskrim mengatakan,
sebab tersangka diamankan karena keduanya telah melakukan tindak pidana
penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia illegal di luar negeri.
Diterangkan, menurut
pengakuan korban kepada petugas, sekira bulan Juli 2017 tanggal nya sudah lupa,
tersangka diduga telah membawa dan mengirim satu orang warga yakni Zubaidah
(korban) ke luar negeri tepatnya ke negara Malaysia via jalur pelabuhan Belawan
Medan.
Dimana  tersangka yakni KM mengirimi korban ke negara
Malaysia itu tanpa adanya perizinan resmi dari Kementerian Tenaga Kerja untuk
bekerja sebagai TKI di Malaysia (TKI Illegal).
Lanjutnya, saat KM membawa
dan mengirimkan Zubaidah ke Malaysia tersebut, Ia nya dibantu oleh anak
kandungnya yaitu AN yang mana AN juga turut mengantar dan menemani Zubaidah
hingga ke pelabuhan Belawan, Medan.
Akan tetapi sesampainya di
negara Malaysia Zubaidah tidak mendapat pekerjaan seperti yang telah dijanjikan
sebelumnya oleh tersangka KM.
Merasa dikibuli oleh
tersangka, Zubaidah kembali ke Indonesia, karena kecewa pekerjaan di Malaysia
tidak sesuai dengan janji tersangka.
Akibat dari kejadian
tersebut, kemudian Zubaidah pun melapor perkaranya ke Pihak Polres Langsa,
terang Kasat reskrim.
“Saat ini kedua
tersangka telah kita amankan ke Mapolres, dan jalani proses pemeriksaan
selanjutnya,” kata Taufiq.

Bersama tersangka turut
juga diamankan barang bukti berupa satu buah buku pasport atas nama Zubaidah, dan
satu lembar surat bukti pembayaran gaji.
Menurutnya tersangka dapat
dijerat dengan pasal tindak pidana penempatan dan perlindungan tenaga kerja
Indonesia di luar negeri (sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 ayat 1 huruf a
Jo pasal 4 UU RI nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga
kerja indonesia di luar negeri), imbuh Kasat reskrim.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here