Rahasia Hidup Zuhud

0
562

AtjehUpdate.com,- Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Zuhud adalah amal hati, yang menilai hanya Allah Subahana Wataala.

Abu Sa’id al-Hasan bin Abil Hasan al-Bashri, salah satu imam tabi’in terkemuka yang ucapan hikmahnya menyerupai perkataan seorang nabi, seorang yang kafah dan rupawan yang telah menghabiskan seluruh umurnya untuk ilmu dan amal, pernah ditanya, “apa rahasia zuhud mu di dunia ini”.

Dengan penuh kelembutan beliau menjawab, “Aku tahu rezeki ku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang”

“Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, karena itulah aku sibuk beramal sholeh”.

“Aku tahu Allah Subahana Wataala selalu memperhatikanku, karena itulah aku malu jika Allah Subahana Wataala melihatku dalam maksiat”

“Aku juga tahu kematianku itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah Subahana Wataala”.

Untaian kata nasehat penuh makna tersebut mengingatkan betapa kita manusia makhluk ciptaan Allah Subahana Wataala mesti menyadari bahwa rezeki itu Allah Subahana Wataala yang memberikan.

Allah Subahana Wataala juga melihat dan mengetahui setiap perbuatan kita lakukan semasa hidup didunia yang fana ini. Walaupun perbuatan itu mampu kita sembunyikan ataupun ditutupi dari manusia lainnya.

“Kematian adalah sebuah perjanjian yang pasti”. Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Pertanyaannya, kapan, dimana dan bagaimana kematian itu akan datang menjemput kita tidak tahu. Hanya Allah Subahana Wataala mengetahuinya.

Kita (red-Manusia) jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus tua. Juga jangan terpedaya dengan tubuh sehat, karena syarat mati tidak mesti sakit.

Kita juga jangan terpedaya dengan harta kekayaan sebab sikayapun tidak pernah menyiapkan kain kafan untuk dirinya sendiri, meski hanya selembar.

Saat nafas masih berhembus, teruslah dan jangan pernah berhenti untuk berbuat baik terutama terhadap sesama manusia.

Berniat baik, bertutur kata yang baik, memberi nasihat yang baik, meskipun tidak banyak orang orang yang mengenal mu, dan tidak suka dengan nasihat mu.Cukuplah Allah Subahana Wataala yang mengenalimu dari pada orang lain.

“Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim)

Jadilah bagai jantung yang tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup.

Berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikannya kita oleh Allah Subahana Wataala

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here