AtjehUpdate.com, Langsa
– Komponen sosial masyarakat di Kota Langsa merasa prihatin dengan rencana
kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 45,6 persen. Mereka minta Gubernur, DPRA
dan DPR RI di Jakarta menolak rencana dimaksud. Demikian disampaikan Ketua Forum
Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin, pada atjehupdate.com, Senin (17/4).
Menurutnya, semestinya PLN
terlebih dahulu memperbaiki dan meningkatkan pelayananannya, daripada merencanakan
kenaikan TDL ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit.
Rakyat bingung dan tidak
tahu lagi kemana mesti mengadu, ditengah kondisi ekonomi rakyat yang morat marit,
malah disuguhi rencana kenaikan TDL yang selangit, hal ini jelas membuat rakyat
semakin terjepit. Kepekaan  pemerintah
dan DPR tentunya sangat diharapkan oleh rakyat.
“Kami meminta kepada
Gubernur, Aceh, DPRA serta DPR RI di Jakarta, menolak rencana kenaikan TDL ini,
rencana kenaikan tersebut tentunya akan semakin menambah beban, terutama bagi rakyat
miskin,” tambahnya.
Seperti diberitakan
sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Gadjah Puteh,
Sayed Zahirsyah, yang meminta Gubernur Provinsi Aceh menolak dan tidak
menandatangani rencana kenaikan TDL di Provinsi Aceh.
Hal itu sesuai dengan
kewenangan kepala daerah yang tertuang pada UU Nomor 30 tahun 2009 tentang
ketenaga Listrikan. Gadjah Puteh juga berharap Gubernur dan DPRA serta DPR RI
tidak mengabaikan PP Nomor no 14 tahun 2012 pasal 41 ayat 2, bahwa kenaikan tariff
listrik harus memperhatikan kepentingan dan kemampuan masyarakat.[Jamil Gade]  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here