AtjehUpdate.com,- Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap penyelenggara negara yang kedapatan melakukan praktik-praktik korupsi terutama Kepala Daerah.

Berdasarkan data yang diperoleh, 34 k‎epala daerah telah ditangkap sejak 2012.

“Semua kepala daerah ini ditangkap dalam kasus suap,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (8/10/2018).

Menurut Febri, ‎penerimaan uang sebagai fee proyek merupakan modus yang paling menonjol pada hampir semua kasus yang menyeret kepala daerah. Namun memang, ada beberapa yang menerima uang terkait perizinan, pengisian jabatan di daerah dan pengurusan anggaran otonomi khusus.

Berikut 34 kepala daerah yang jadi ‘pasien’ atau telah ditetapkan tersangka setelah ditangkap tangan oleh KPK :

1. Bupati Buol, Amran Batalipu ditangkap 27 Juni 2012;
2. Bupati Mandailing Natal, Muh. Hidayat Batubara ditangkap 15 Mei 2013;
3. Bupati Gunung Mas, Kalteng, Hambit Bintih, ditangkap 3 Oktober 2013;
4. Bupati Bogor, Rachmat Yasin Limpo, ditangkap 7 Mei 2014;
5. Bupati Biak Numfor, ‎Yesaya Sombuk, ditangkap 16 Juni 2014;
6. Bupati Karawang, Ade Swara, ditangkap 7 Juli 2014;
7. Bupati Subang, Ojang Sohandi, ditang‎kap 11 April 2016;
8. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, ditangkap 4 September 2016;
9. Wali Kota Cimahi, Atty Suharti Tochija, ditangkap 1 Desember 2016;
10. Bupati Klaten, Sri Hartini, ditangkap 30 Desember 2016;
11. Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, 20 Juni 2017;
12. Bupati Pamekasan, Achmad Syafi’i, ditangkap 2 Agustus 2017;
13. Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno‎, ditangkap 29 Agustus 2017;
14. Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen, ditangkap 13 September 2017;
15. Wali Kota Batu Malang, Eddy Rumpoko, ditangkap 16 September 2017;
16. Wali Kota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi, ditangkap 22 September 2017;
17. Bupati Nganjuk, Taufiqurrahma‎n, ditangkap 25 Oktober 2017;
18. Bupati Hulu Sungai Tengah, H. Abdul Latif, ditangkap 4 Januari 2018.
19. Bupati Jombang, Nyono Wiharli Suhandoko, ditangkap 3 Februari 2018;
20. Bupati Ngada, Marianus Sae, ditangkap 11 Februari 2018;
21. Bupati Subang, Imas Aryumningsih, ditangkap 13 Februari 2018;
22. Bupati Lampung Tengah, Mustafa, ditangkap 14 Februari 2018;
23. Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, ditangkap 28 Februari 2018;
24. Bupati Bandung Barat, Abu Bakar, ditangkap 11 April 2018;
25. Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, ditangkap 15 Mei 2018;
26. Bupati Buton Selatan, ‎Agus Feisal Hidayat‎, ditangkap 23 Mei 2018;
27. Bupati Purbalingga, Tasdi, ditangkap 4 Juni 2018;
28. Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, ditangkap 8 Juni 2018;
29. Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar, ditangkap 8 Juni 2018;
30. Bupati Bener Meriah, Ahmadi, ditangkap 5 Juli 2018;
31. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditangkap 5 Juli 2018;
32. Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, ditangkap 17 Juli 2018;
33. Bupati Lampung Tengah, Zainuddin Hasan, ditangkap 26 Juli 2018;
34. Wali Kota Pasuruan, Setiyono, ditangkap 4 Oktober 2018. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here