Kepala
Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN)
Kota Langsa, Cut Maria S.Sos, berpose bersama warga dalam kegiatan P4GN, di
Gampong Paya Bujok Tunong, Kec. Langsa Baro, Jumat (24/3)
AtjehUpdate.com, Langsa
– Ada sekitar sembilan pelabuhan kecil atau jalur tikus yang menjadi akses para
bandar narkoba dalam memasok narkotika jenis sabu ke Kota Langsa.
Demikian penegasan Kepala
Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota
Langsa, Cut Maria S.Sos, dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi
(KIE), Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN), yang diadakan di Gampong Paya Bujok Tunong, Jumat (24/3) petang.
“Ada sembilan titik
jalur tikus yang tersebar di Kota Langsa yang menjadi akses masuknya narkotika
jenis sabu, dan hal ini harus dapat diantisipasi,” kata Cut Maria.
Disamping itu, Indonesia
menjadi target pemasaran, karena hal yang mendasar adalah jumlah penduduk yang
sangat padat, serta kondisi negara Indonesia memiliki ribuan kepulauan yang
merupakan akses mudah masuknya barang terlarang tersebut.
Lanjutnya, diharapkan
kepada keluarga agar menjadi benteng utama dalam hal pengawasan maupun
pencegahan sesuai dengan tema ‘Keluarga Merupakan Benteng Utama Untuk Menolak
Narkoba, Demi Generasi Hebat, Genarasi Hidup Sehat Tanpa Narkoba’.
“BNN sendiri tak
mampu menjaga peredaran ini, dan dibutuhkan masyarakat untuk bersama bergandeng
tangan dalam proses pencegahan narkotika,” tegas Cut Maria.
Begitupun, menurut data
dari BNN sendiri, 43 orang meninggal setiap hari nya akibat terkena narkoba,
kalaulah kita kalikan dengan setahun maka sama persis kita sedang menghadapi
perang.
“Di Indonesia tidak
ada satu wilayah pun yang terbebas dari narkoba, persoalan narkoba sudah mengepung
semua wilayah  Indonesia,” papar Cut
Maria.[Ra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here