Serukan Homoseksual Dilempari Batu Hingga Mati, Pastor Ini Dilarang Masuk Jamaika 

0
398

AtjehUpdate.com,- Steven Anderson, Pastor Faithful World Baptis Church Arizona dilarang masuk Jamaika. Pelarangan ini dilakukan setelah adanya protes dari para aktivis di pulau itu.

Pastor kontroversial yang  pernah menyerukan pasangan homoseksual dilempari batu sampai mati. Juga pernah mendoakan kematian Barack Obama sebelumnya pernah ditolak masuk oleh sejumlah negara seperti Afrika Selatan, Kanada, Inggris, Boswana.

Juru bicara Kementerian Keamanan Nadional, Senin (29/1/18) dilansir the guardian mengatakan, keputusan pelarangan masuk steve dibuat oleh kepala imigrasi. Hal itu dikarenakan ada sejumlah pernyataan pastor tersebut dianggap tidak kondusif terhadap iklim saat ini.

Pastor steven dijadwalkan berbicara di Universitas Hindia Barat, namun tanpa diketahui penyebabnya juga membatalkan undangannya.

Diskriminasi dan ancaman kekerasan terhadap homoseksual di Jamaika tetap meluas. Namun para aktivis berharap bahwa larangan tersebut dapat mewakili pergeseran sikap di negara yang terkenal dengan sikap homofobianya.

“Ini adalah hasil positif yang membuat saya sangat senang,” kata Jay John, seorang aktivis yang melancarkan sebuah petisi online meminta pemerintah Jamaika untuk melarang pastor Steven. Lebih dari 39.000 orang telah menandatangani petisi tersebut.

“Saya senang bahwa kepemimpinan ditunjukkan dalam melindungi LGBTQ Jamaika, wanita dan kelompok minoritas lainnya yang Steven Anderson telah serang di masa lalu,” kata John.

Maurice Tomlinson, seorang pengacara Jamaika dan aktivis pembela hak para homoseksual yang bermigrasi ke Kanada setelah menerima ancaman pembunuhan, mengatakan bahwa dia bangga dengan Jamaika karena melarang Anderson.

“Ini adalah kemenangan besar bagi kedaulatan Jamaika, perlindungan konstitusional kami, dan keamanan untuk semua orang Jamaika.”

Steven Anderson mengemukakan bahwa larangan tersebut merupakan hasil tekanan dari negara lain.

“Saya pikir AS atau Inggris pasti memiliki banyak pengaruh terhadap Jamaika dan larangan itu bisa jadi dari negara itu asalnya,” kata dia.

Steven sebelumnya juga bahwa tempat wanita ada di rumah membesarkan anak-anak, tidak di tempat kerja.

Gereja Anderson yang bermarkas di negara bagian Arizona, AS pernah menggambarkan diri sebagai “gereja kuno King James Bible yang konservatif, independen, fundamental, dan gereja Baptis yang memenangkan jiwa.”

Pendeta AS itu sebelumnya pada September 2016 juga telah dilarang masuk ke Afrika Selatan karena ucapannya tentang homoseksualitas. Anderson mengatakan bahwa homoseksualitas adalah kekejian yang dapat dihukum mati.

“Saya telah mengidentifikasi Steven Anderson sebagai orang yang tidak diinginkan untuk melakukan perjalanan ke Afrika Selatan,” kata Menteri Dalam Negeri Afrika Selatan Malusi Gigaba, seperti dilansir BBC.

Dua petisi dengan lebih dari 60.000 tanda tangan, yang diselenggarakan oleh aktivis gay dan hak asasi manusia di Afrika Selatan, telah meminta agar izin perjalanan Anderson dilarang.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here