AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, 19 Warga Pidie Jaya tertipu calo yang menjanjikan lulus PNS dengan menyetor uang ratusan juta. Kasus yang terjadi tahun 2017 tersebut baru terungkap setelah salah satu korban melapor ke kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Senin (25/09/2018).

Anita Selfitra (26) warga Blang asan, Kecamatan Sigli, Pidie salah satu korban mengaku telah menyetor ke pelaku berinisial M sebanyak Rp 130 juta.

Anita ditemani abang kandungnya Mulyadi (45), menurut mulyadi pelaku yang merupakan calo tersebut masih memiliki hubungan saudara dengannya sehingga M mengaku tak mungkin berbohong.

“M meminta uang agar bisa lulus PNS. Saya ditawarkan sekali, dua kali sampai tiga kali awalnya menolak karena tak ada uang. Akhirnya saya pinjam uang paman 50 juta karena kita percaya sama dia” ujar Mulyadi.

Ditambahkan Mulyadi, bahwa uang tersebut ia berikan beberapa tahap,

“Tahap awal 50 juta, selanjutnya 30 juta ya dari hasil saya berhutang ke saudara lain ” tuturnya

Lalu setelah proses administrasi selesai, Anita diperlihatkan selembar SK Gubernur Aceh periode 2012- 2017, Zaini Abdullah yang ternyata SK Palsu.

Setelah diberikan SK, Anita dan sejumlah korban lainnya diminta ke kantor Gubernur Aceh untuk mengikuti tes yang ternyata hanya formalitas dan akal-akalan pelaku.

“Kami ikut aja hari itu karena disuruh ikut” ujar Anita.

Tertuang dalam SK bahwa Anita diangkat menjadi PNS golongan pangkat II/c sebagai pembantu administrasi di RSUZA Banda Aceh, padahal ia tak pernah mendapat gaji dan bekerja disana.

Dijelaskan Anita bahwa korban yang bernasib sepertinya terdapat 19 orang dari kabupaten Pidie Jaya dan biaya yang mereka setor beragam dari sejumlah 130 juta, 150 juta sampai ada yang 200 juta.

Menanggapi hal tersebut, Ketua YARA, Safaruddin SH mengatakan pihaknya akan segera melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dengan tindak pidana ganda yaitu penipuan dan pemalsuan dokumen surat negara.

“Pelakunya ini sindikat karena pelaku bersama sejumlah orang lainnya dan sengaja membohongi korban untuk mendapatkan uang, itulah pentingnya agar pers dapat menginformasikan ke publik agar jika ada korban lain bisa segera melapor” terang Safaruddin.

Pembukaan CPNS yang hampir diseluruh daerah ini, menurut Safaruddin harus membuat semua kalangan waspada agar jangan sampai tergoda oleh orang yang berjanji dengan meluluskan PNS seperti ini. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here