Sulit Rezeki? Mari Ber -ISTIGHFAR !!

0
122

By. Juliansyah

AtjehUpdate.com,- Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Imam Al-Qurthubi rahimahullah menukil dari Ibnu Shubaih ; berkata :

”Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya ;

“Beristighfarlah kepada Allah…!”

Kemudian, ada yang lain juga mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya :

”Beristighfarlah kepada Allah.. !”

Selanjutnya, ada yang lain lagi berkata kepadanya, “Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak ! ‘ maka beliau mengatakan kepadanya :

“Beristighfarlah kepada Allah..!”

Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya :

”Beristighfarlah kepada Allah.. !”

Dan kamipun menganjurkan demikian kepada orang tersebut.

Maka Hasan Al-Bashri menjawab :

”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri, tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surah Nuh : 10-12″

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Selanjutnya dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman,

“..dan hendaklah kamu meminta ampun (Istighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang tela ditentukan.”
(QS.11 Surah Hud Ayat : 3).

Syaikh Muhammad Amin As-Syinqiti rahimahullah dalam pandangannya ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan ;

Pendapat terkuat tentang yang dimaksud dengan kenikmatan adalah rizki yang melimpah, kehidupan yang lapang dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan waktu yang ditentukan adalah kematian.

Dengan ber-Istighfar juga membuat musibah tidak jadi turun. Namun, jika-pun turun memudahkan kita menghadapinya dan segera bisa menghilangkan musibah tersebut.

Istighfar yang naik ke langit akan menghalangi musibah yang turun ke bumi karena sebab kesusahan dan kegelisahan adalah DOSA.

Allah telah berbuat baik dengan hamba-Nya, yaitu ketika hamba-Nya berbuat dosa maka diberikanlah ia ujian untuk menghapus dosa tersebut.

Akan tetapi dengan Istighfarnya hamba, terus-menerus dan dimana saja, maka Istighfar yang naik ke langit akan menghalangi musibah yang turun ke bumi.

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”.

Dan beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”

SADAR

Kesadaran beristighfar, tentunya harus menjadi prioritas dalam pendampingan aktifitas kita sehari hari.

Terlalu banyak waktu luang kosong, misalnya ; ketika berkendaraan atau menunggu sesuatu atau ketika berjalan berucaplah untuk istighfar.

Dahulu — dari membaca ajaran sufi (pendahulu) istighfar menjadi bahagian terpenting bagi para salaf ketika masing masing mereka berpesan kepada anak atau para muridnya.

Luqman ‘alaihis salam mengatakan,

“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: [اللهم اغفر لي ] “Allahummaghfirli”, karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permintaan hamba-Nya di waktu itu.”

Begitu juga dengan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah. Ia berkata,

Perbanyaklah Istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Tentang Istighfar, juga bisa dipetik dari kisah Imam Malik rahimahullah yang sering ‘mencuri’ dari waktunya ketika b
dalam sebuah majlis.

Saat itu ketika penyambung suaranya berbicara saat majelis kajian (saat itu belum ada pengeras suara, maka ada beberapa penyambung suara berbicara setelah imam Malik berbicara).

Maka dengan waktu longgar tersebut dimanfaatkan oleh beliau untuk terus dan tiada henti beristighfar kepada Allah Ta’ala. Subhanallah dan ini tentu sangat jauh dari kebiasaan kita.

Dan akhirnya, untuk menutupi tulisan ini marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar selalu dipermudah oleh-Nya untuk senantiasa beristighfar di sela-sela waktu kesibukan kita.

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.”

*berbagai sumber

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here