AtjehUpdate.com,- Sigli, M.Riski (6) Bocah dari keluarga miskin dhuafa asal Desa Raya Gogo Kecamatan Padang Tiji ini sejak lahir tidak memiliki lubang anus, bahkan ibunya saat itu harus merelakan anaknya yang masih bayi dioperasi untuk bisa mengeluarkan kotoran, dengan membuat lubang di perut sebelah kirinya.

Kini selama enam tahun ini bocah tersebut menjalani hidup dengan usus nya berada diluar , diikat menggunakan kain bekas bukan kantong kolostomi sebagai mana yang seharusnya.

“Dari umur satu tahun saya sudah mengikat perut M.riski dengan kain bekas dan Alhamdulillah tidak infeksi, karena kalau setiap seminggu sekali harus kerumah sakit saya tidak punya uang buat ongkos,jadi saya ikat aja dengan kain bekas”tutur Asmawati ibu kandung M.Riski.

Risky dan Ibunya dengan mainannya dari sendal bekas
Risky dan Ibunya dengan mainannya dari sendal bekas

Bahkan menurut sang Ibu, kondisi anaknya dari tiga bersaudara tersebut membuatnya tidak bisa bersekolah sebagaimana anak seusianya.

“Sebenarnya anaknya ingin sekali bersekolah seperti anak anak lain, tapi karena keadaannya dia merasa malu ” terang Asmawati.

Kondisi miris anak kedua dari tiga bersaudara ini mengetuk hati Lembaga Komunitas Peduli Anak Yatim Dan Dhuafa Kecamatan Padang Tiji, yang berinisiatif membawanya ke RSU Zainal Abidin dibantu oleh Tim Maslahat Umat dan beberapa Pihak yang lain.

“Riski sudah menjalani operasi tahap pertama untuk membersihkan usus nya dan juga memberikan lubang anusnya. Dalam beberapa waktu ini juga Tim dokter akan melakukan operasi tahap dua untuk memasukkan ususnya, saya sangat berharap dia bisa hidup normal seperti anak anak yang lain” tambah Sang Ibu.

Adapun Nurmalawati, salah satu penggiat sosial dari Lembaga Komunitas Anak Yatim dan Dhuafa mengatakan bahwa pihaknya selama ini memang terus berusaha membantu Riski dengan menggalang dana melalui media sosial hingga Riski bisa diberangkatkan ke Banda Aceh,

“Kami akan terus mengupayakan agar Risky bisa mendapatkan pengobatan semestinya karena itulah butuh juga dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat lainnya yang peduli sesama” ucap Nurmalawati.

“Saya berharap tidak ada lagi anak anak orang miskin, anak yatim yang luput dari perhatian pemerintah dan negara, bagaimana ‘menjadi indonesia’ jika masih ada masyarakat miskin menderita” tambah aktivis sosial yang juga pengurus Forhati Sigli ini.

Menurut Nurmala, saat ini Risky sangat butuh bantuan dana untuk membeli makanan yang bergizi agar dia bisa sehat dalam menjalani operasi selanjutnya, serta untuk biaya kontrol ke Banda Aceh, terlebih kondisi keuangan keluarga Risky memang miskin Dhuafa dimana ayahnya hanyalah seorang buruh kasar yang harus menghidupi ketiga anaknya. (Mala-Mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here