AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Untuk
menyelesaikan polemik Situs di proyek IPAL yang sudah berlarut-larut dapat
dituntaskan dengan teknologi GEO Radar Scanning dan Tomography. Rabu (30/08).
Demikian harapan yang disampaikan
oleh Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman sembari 
meminta kepada Walikota Banda Aceh dan Pemerintah Pusat untuk menggunakan
Sistem teknologi Radar Scanning dan Tomography dalam mendeteksi seluruh kawasan
situs Gampong Pande.
“Jadi akan dapat dideteksi
Situs Gampong Pande dan kandungan didalam tanahnya, baik Nisan, tembikar,
fondasi bangunan dll” ungkap Mawardi.
Lanjutnya, bahwa Peusaba juga
dapat merekomendasikan seorang ahli georadar scanning asal Aceh, yaitu TA Sanny
yang pernah ikut terlibat dalam penelitian Gunung Padang yang terkenal itu. 
Dengan adanya sistem GEO
Radar Scanning maka semua polemik akan berhenti dan dapat dilanjutkan dengan
pengembangan kawasan baru di Wilayah Gampong berupa Taman, Mesjid dan Istana
kayu berukir indah. 
Pihaknya juga merekomendasikan
ahli asal Aceh yang terkenal Dr. Kamal Arif yang juga peneliti tentang Gampong
Pandee secara mendalam dengan tingkat akurasi yang valid dan sulit dibantahkan,
seperti dalam bukunya ‘Ragam Citra Kota Banda Aceh’. jelas aktivis sejrah Aceh ini.
Peusaba mengingatkan, agar
pemerintah Aceh benar-benar serius menggunakan tenaga ahli asal Aceh yang
berdiam di luar daerah demi kemajuan Aceh kedepan. “Janganlah pemerintah Aceh
hanya bangga dengan istana kuno di luar saja, kini saatnya kita membangun Ulang
Istana Aceh sendiri”, harapnya tulus.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here