AtjehUpdate.com,- Jika ada anggota Polri yang terbukti ikut serta mengerjakan proyek yang dibiayai dana desa akan ditindak tegas. Alasannya karena apa yang dilakukan itu diluar tugas pokok sebagai anggota kepolisian.

Kombes Erfan, Direktur Bimas Polda Sulawesi Tenggara mengatakan, bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) di desa-desa sudah mengetahui apa yang harus dikerjakan. “Ini penegasan Kapolri kepada jajaran bahwa anggota yang terlibat mengerjakan proyek di desa akan dipecat. Tugas pokok seorang anggota Polri sudah jelas dan bukan mengerjakan proyek di desa,” katanya, Kamis (30/8/18) seperti dilansir dari Antara.

Kombes Erfan menambahkan, yang harus dilakukan seorang anggota polisi, seperti ditugaskan sebagai Babinkamtibmas adalah mengawal dan mendampingi pemerintah desa setempat dalam mengoptimalkan program pembangunan desa.

“Pemerintah telah memberikan perhatian serius bagi keluarga polisi dari segi kesejahteraan. Maka jangan tergiur dengan dana desa yang mencapai miliaran Rupiah. Fokus pada tugas pokok sebagai penegak hukum, pengayom dan pelindung masyarakat, jelasnya.

Ia mengingatkan, anggaran desa yang sangat cukup menggoda siapa pun. Namun, dia mengharapkan, anggota polisi harus profesional menjalankan tugas, sehingga sasaran dana desa untuk mewujudkan kesejahteraan dan menekan kemiskinan benar benar tercapai.

Besar kemungkinan anggota di lapangan ditawarkan untuk terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan desa. Kalau keterlibatan menyumbangkan gagasan dalam hal program dan ikut menyelesaikan setiap kendala atau permasalahan di desa harus diapresiasi, tukas Erfan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here