Terkait Rancangan UU LGBT, Ini Pengakuan Wakil Baleg DPR-RI

0
387

AtjehUpdate.com,- JAKARTA, Untuk memuluskan draf rancangan Undang Undang terkait perlakuan terhadap Lesbian, Gay, Bisexsual, Transgender (LGBT), sejumlah NGO Asing pernah melakukan pendekatan dengan cara melobi Baleg DPR-RI.

“Saya sebagai pimpinan Baleg juga pernah di lobi oleh NGO asing, bahwa mereka menawarkan kepada DPR akan menyampaikan tentang masalah terkait UU LGBT dan mereka akan menjelaskan bagaimana perlakukan LGBT di negaranya, kami tidak mau, kami tolak,” kata Firman tanpa menyebutkan nama Ngo yang dimaksud kepada awak media  di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (24/1).

Disinggung kapan peristiwa itu terjadi, politikus partai berlambang pohon beringin itu mengungkapkan itu terjadi pada tahun 2015 lalu. Ia mengatakan jika penolakan tersebut lantaran beresiko tinggi kepada khalayak banyak.

“Sudah terjadi di 2015 yang lalu lah, kami tolak karena ini beresiko tinggi. Dalam membuat sebuah UU kami tidak bisa diintervensi. Kami punya norma-norma hukum. Kita punya politik hukum yang berbeda (dengan negara lain),” papar dia.

“Kalau LGBT di sana dilegalkan, silahkan tapi kami tidak bisa. Kita negara Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa, sehingga wajib moralitas ini kan wajib kita jaga,” sebut anggota komisi IV DPR RI itu.

Ia mengatakan,  kalau Prof Mahfud MD mengindikasikan bahwa itu ada (lobi) dan mengalokasikan dana besar, itu betul. Diakui dia, intervensi dari internasional itu sangat tinggi jadi perlu hati-hati karena itu sebagai pimpinan badan legislasi kemudian sebagai ketua Panja setiap tahun pembahasannya UU.

“Begitu ada tekanan LGBT langsung kita coret, karena ini tentunya tingkat sensitivitas dan bisa menimbulkan letupan apa lagi di masa tahun politik. Ini bisa berbahaya sekali,” pungkasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here