Tim Gabungan Gagalkan Penyuludupan 40.23 Kg Sabu di Wilayah Pantai Timur Aceh

0
45
Konfrensi pers yang Digelar di halaman kantor BNN Atam
Konfrensi pers yang Digelar di halaman kantor BNN Atam

AtjehUpdate.com,- Aceh Tamiang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dan Bea Cukai Provinsi Aceh menggelar Konferensi Pers terkait penangkapan 40.23 kg Narkoba Jenis Sabu, di halaman kantor BNNK Aceh Tamiang, Jumat (12/01/18).

Konfrensi pers tersebut dipimpin oleh Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen.Pol.Drs Arman Depari. Dalam keterangannya mengatakan, keberhasilan operasi yang dimulai tanggal 10-11 januari 2018 tersebut tidak lepas dari kerjasama dengan Bea Cukai Provinsi Aceh, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Tamiang.

Turut Hadir pada konfrensi pers tersebut, Bupati Aceh Tamiang Mursil.SH.M.Kn, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon.SH, Dandim 0104/Atim yang diwakili Pabung Mayor Inf.A.Yani, Kapolres Aceh Tamiang yang diwakili Iptu Yudi Yustira Putra, Kepala BNN Kota Langsa AKBP.Navri Yulenny.SH.MH, dan Kepala BNNK Aceh Tamiang AKBP.Trisna Safari Yandi.

Lanjut Irjen.Pol.Drs.Arman Depari, dari hasil operasi tersebut berhasil mengamankan empat orang tersangka masing-masing Amri, Junaidi, Saifinnuh dan Ramli serta satu orang lagi yang di duga kuat sebagai otak pelaku berinisial DB masih dalam pengejaran sehingga akan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) BNN RI, dan kesemuanya berasal dari Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga  Faktor Ekonomi, Penyebab Utama Percerain di Langsa

“Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan 40.230 gram Narkoba jenis Shabu yang dikemas dalam 40 bungkus, beberapa handpone dan satu unit sepeda motor”, ungkapnya.

Irjen.Pol.Drs.Arman Depari menyampaikan, Narkoba tersebut berasal dari Penang Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut dengan menggunakan “Oskadon” (kapal motor), dan saat ini kapal motor tersebut sudah diamankan Polisi Air di Pelabuhan Kuala Langsa.

Menurutnya lagi, keempat orang tersangka tersebut akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) undang -undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal Pidana Mati.

Irjen.Pol.Drs.Arman Depari menghimbau, bahwa Aceh Tamiang merupakan wilayah rawan penyelundupan Narkoba, mengingat  sebagian besar daerah Aceh Tamiang terletak di pesisir laut yang menjadi sasaran utama penyelundupan barang haram tersebut. Sehingga masyarakat harus mampu menolak dan sekaligus membentengi diri agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, tutupnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here