AtjehUpdate.com, LANGSA
Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan
UKM, Polres Langsa, Dinas Kesehatan dan Satpol PP, melakukan pemantauan harga
sembako dan razia produk-produk ilegal, seperti kedaluwarsa serta produk luar
yang tidak terdaftar dalam izin BPOM.
Dalam razia tersebut, tim
berhasil menyita berbagai jenis makanan, minuman dan jajanan anak-anak yang
sudah kedaluwarasa,” sebut Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan
Koperasi dan UKM didampingi Kabid Perdagangan, Dewi Ekawati, kepada
atjehupdate.com, Selasa (6/6/2017).
Ia menjelaskan, dalam
razia tersebut tim dibagi dalam tiga kelompok yakni kelompok pertama melakukan
razia di jalan Pabrik Es dan jalan Pasar Baru. Kelompok kedua, jalan Sudirman
dan jalan Prof Majid Ibrahim dan kelompok tiga di jalan T Umar dan jalan A
Yani.
Barang-barang yang telah
kedaluwarsa atau tidak ada izin BPOM, katanya, akan disita dan nantinya akan
diserahkan ke Polres Langsa untuk selanjutnya dilakukan
pemusnahan.”Makanan dan minuman ini kita sita agar tidak diperjual belikan
lagi, sehingga tidak dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara, bagi pelaku
usahanya kita berikan peringatan dan jika nantinya kedepan masih kedapatan
menjual makanan dan minuman yang kedaluwarsa maka akan ditindak lanjuti sesuai
dengan hukum yang berlaku.
Tambahnya, pemantauan
harga sembako dan razia produl ilegal ini dilakukan selama dua hari yakni sejak
Selasa-Rabu (6-7/2017). Kemudian, sambungnya, razia ini rutin dilakukan setiap
satu tahun sekali tepatnya di bulan suci Ramadan.
Pada kesempatan itu, Ia
mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati setiap membeli produk makanan
dan minuman serta mengecek pada label apakah barang itu sudah kedaluwarasa atau
belaum, terlebih lagi barang-barang yang kita curigai.
Selain itu, kepada pelaku
usaha diharapkan untuk tidak menjual kembali baranag-barang makanan dan minuman
yang telah kedaluwarsa. Apalagi di saat bulan suci Ramadan ini, kebutuhan pokok
masyarakat meningkat. “Jangan nodai bulan suci Ramadan dengan perbuatan-perbuatan
yang tercela,” tukasnya.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here