AtjehUpdate.com,- Singkil, Warga Kecamatan Kota Baharu menuntut Pemkab setempat agar segera merealisasikan pengaspalan jalan ke daerahnya sepanjang 12 kilometer melalui  PT Nafasindo. Tuntutan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa di kantor Bupati Aceh Singkil, Pulau Sarok, Singkil, Senin (11/2/2019).

Tak hanya pengaspalan jalan,  pendemo juga menuntut Pemkab segera menempatkan dokter di Puskesmas Kota Baharu dan membangun fasilitas pendidikan.

“Jangan sepelekan kami warga Kota Baharu. Aspal sekarang juga jalan ke Kota Baharu,” teriak salah satu pengunjuk rasa.

Para pendemo juga mempersoalkan ketidakadilan pembangunan yang dirasakan mereka,mulai dari sektor kesehatan, fasilitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Pada sektor kesehatan misalnya, menurut pengunjuk rasa, tidak ada dokter di Puskesmas Kota Baharu serta mobil ambulans kerap tidak di tempat sehingga masyarakat kesulitan berobat.

“Masyarakat Kota Baharu haram sakit karena dokter tidak ada,” teriak Hambalisyah, orator pengunjuk rasa.

Sementara itu  Wakil Bupati (Wabup) Aceh Singkil, Sazali yang menyambut para pengunjuk rasa mengatakan bahwa pengaspalan jalan ke Kota Baharu sudah masuk dalam tahap perencanaan pada tahun ini, selanjutnya akan dilakukan pengaspalan.

“Tahun ini sudah masuk tahap perencanaan,” terang Wabup Sazali.

Setelah mendapat jawaban Wabup, para pendemo merasa tidak puas sehingga meminta janji pengaspalan jalan ke Kota Baharu dilakukan secara tertulis dan disetujui oleh Wabup Sazali . Setelah menyetujui dan menandatangani perjanjian secara tertulis maka langsung disambut tepuk tangan para pengunjuk rasa.

Terkait soal dokter yang tidak ada di Puskesmas Kota Baharu, Sazali menjelaskan, hal itu terjadi lantaran dokter merasa tidak nyaman bahkan terancam saat bertugas di sana.

Pernyataan Wakil Bupati itu langsung dibantah pengunjuk rasa yang membenarkan bahwa pernah terjadi luapan kemarahan masyarakat, namun dipicu karena dokter tidak berada di tempat saat ada orang sakit.

“Masyarakat kami siap menjaga keamanan dan ketertiban. Itu ada penyebabnya karena dokter tak ada di tempat serta mobil ambulans tidak ada,” jawab Hasan Basri Lingga, salah seorang pengunjuk rasa sebagaimana dilansir serambinews. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here