AtjehUpdate.com, Aceh
Timur
– Ratusan warga Gampong Tanoeh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten
Aceh Timur, melakukan demo dan mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK)
Aceh Timur, untuk menyampaikan aspirasinya, Rabu (12/4).
Menumpang mobil bak
terbuka, mengendarai sepeda motor serta mengusung sejumlah poster bernada
kecaman terhadap PT.Medco E&P Malaka terkait isu rekrutan tenaga kerja lokal,
etika karyawan dan kepedulian perusahaan tersebut terhadap lingkungan serta  menghargai nilai kearifan lokal. Sampai di
gedung dewan, warga langsung menyampaikan orasinya, selanjutnya diterima oleh Amiruddin,
Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Timur.
Salah seorang pendemo,
Yahya.YS, yang juga merupakan ketua pemuda Gampong Tanoh Anoe mengatakan,
masyarakat tanoh anoe menilai PT.Medco E&P Malaka, telah gagal berinteraksi
dengan masyarakat disekitar lingkungan perusahaan, menuding lemahnya peran
Publik Relation (PR), atau Humas perusahaan tersebut, gagal menerapkan
komunikasi dua arah antara masyarakat Gampong dengan manajemen perusahaan.
Bertahun sudah perusahaan
ini (red-PT.Medco E&P Malaka) berdomisili di gampong kami, sedikitpun tidak
ada rasa empatinya terhadap warga sekitar lingkungan perusahaan seperti jalin
tali silaturrahmi dengan masyarakat, Cooperative Sosial Responsibility (CSR)
tidak bergulir, sebaliknya karyawan perusahaan bergerak dibidang pertambangan
itu, mempertontonkan sikap ekslusif pada warga setempat, terangnya.
Sementara itu, Nasruddin, ketua
FPRM, mengatakan, lembaganya ikut mendapingi warga gampong tanoh anoe
menyampaikan aspirasinya ke gedung parlemen. Dirinya berharap dalam hal ini
PT.Medco E&P Malaka, dapat menyikapi secara bijak tuntutan warga. Selain
itu aktifis muda yang peduli terhadap persoalan social masyarakat ini juga
mengharapkan kepada manajemen perusahaan untuk dapat bersinergi dengan warga
disekitar lingkungan tempat berdomisili perusahaan, serta menghargai dan menghormati
nilai kearifan lokal.
“Mengutip ungkapan bijak,
dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, persoalannya sekarang adalah,
bagaimana caranya manajemen perusahaan dapat duduk bersanding dengan warga dan
jalin komunikasi dua arah,” ujarnya seraya mengutip pepatah bijak masyarakat Aceh, Meunyoe Kapakat Lampoh Jrat pih tapeugala (red-Jika
sudah sepakat kebun kuburan pun bisa digadaikan). Hingga berita ini diturunkan
humas PT.Medco belum dapat dihubungi.[Jamil Gade/Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here