AtjehUpdate.com,- Turki, Pemerintah Turki menyatakan telah membagikan rekaman suara pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi kepada sejumlah negara.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi, rekaman tersebut menyampaikan telah dibagikan kepada Arab Saudi, AS, Jerman, Perancis dan juga Inggris.

“Kami memberikan rekaman tersebut kepada mereka. Mereka telah mendengarkan percakapan yang terjadi. Mereka tahu,” kata Erdogan dilansir AFP.

Erdogan menambahkan, pihaknya hanya memberikan rekaman suara dan tanpa disertai dokumen tertulis apa pun.
Dalam pidatonya, tidak dijelaskan secara rinci isi dari rekaman yang telah dibagikan kepada sejumlah pemerintahan negara itu.

Pemerintah Turki telah sejak lama mengakui memiliki rekaman suara saat-saat terjadinya pembunuhan Khashoggi di gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Jurnalis The Washington Post yang juga dikenal sebagai pengkritik pemerintah Saudi itu dilaporkan hilang pada 2 Oktober lalu, setelah memasuki gedung konsulat di Istanbul.

Pemerintah Saudi telah mengakui bahwa Khashoggi telah dibunuh akibat berkelahi dengan sekelompok pria saat berada di konsulatnya di Istanbul, namun tidak memberikan rincian lain, termasuk lokasi jenazahnya.
Terakhir diberitakan surat kabar Turki, Daily Sabah, jenazah Khashoggi telah dilarutkan menggunakan cairan asam dan dibuang ke saluran air oleh pelaku.

Laporan pemberitaan tersebut setelah sumber dari kantor jaksa penuntut mengatakan bahwa tim penyelidik mengklaim menemukan bukti adanya cairan asam dan bahan kimia lainnya dari rumah dinas Konsul Jenderal Saudi di Turki, Mohammed al-Otaibi.

Selain itu dilaporkan, kepolisian Turki telah memutuskan menghentikan proses pencarian jenazah sang jurnalis setelah adanya temuan tersebut.

“Meski demikian, penyelidikan kriminal terkait pembunuhan tersebut akan terus dilanjutkan,” ujar sebuah sumber kepada Al Jazeera sebagaimana dilansir Kompas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here