Wabup Asel : Jangan Salah Gunakan Perkembangan Teknologi

0
485
AtjehUpdate.com, Aceh Selatan – Dalam rangka sosialisai pemantapan nilai sejarah, karakter dan wawasan kebangsaan di Kabupaten Aceh Selatan, dengan tema “Kita Bangun Jiwa Bangsa Yang Bersatu Dengan Demi Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Negara Republik Indonesia”, yang berlangsung di aula hotel Pante Cahaya, Jln. Merdeka Gampoeng Pasar Kecamatan Tapakatuan Kabupaten setempat, Wakil Bupati Aceh Selatan Kamarsyah,S.Sos.MM dalam kesempatan memberikan sambutan menegaskan.
“Perkembangan teknologi yang semakin pesat dimedia social dapat merusak mental dan moral generasi muda, maka untuk itu kita sebagai orangtua harus memahami betul apa yamg diperbuat anak-anak kita terkait pemanfaatan media sosial”, ungkap Kamarsyah, Selasa (18/7/2017) dihadapan seluruh para tamu undangan.
Karena, lanjut Kamarsyah, penjajahan biologis ini bukan dari luar negeri, melainkan dari dalam negeri itu sendiri, oleh sebab itu generasi muda harus dibekali dengan pemahaman Pancisila dan UUD 1945 dan NKRI.
Selain itu, sambungnya, penjajahan juga dilakukan negara-negara bagian eropa, dengan cara menguasai bidang ekonomi serta kerja paksa sebelum masa kemerdekaan, sehingga timbul rasa Nasionalisme pemuda Indonesia dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Dikatakan Kamarsyah, Kemerdekaan yang dimaksud bukan hanya merdeka sebagai bangsa, namun kemerdekaan dalam berfikir lah yang terus membuat kita semua terus maju dan bisa berjalan ke daerah lain tanpa membedakan ras, suku dan adat istiadat sebuah daerah.
Namun kita sebagai bangsa Indonesia juga masih kurang dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), maka oleh sebab itu, kita semua sebagai orang tua, wajib memberikan pendidikan kepada generasi muda, agar mereka terus maju dan berkembang untuk pembangunan Negara Indonesia, dan juah dari pembodohan bansa Asing.
Hal senada juga disampaikan Akademisi Unsyiah Dr. Rusli Yusuf M.Pd pada saat pemberian materi wawasan kebangsaan, beliau mengatakan musuh yang paling ditakuti disuatu negara adalah Korupsi, fanatik terhadap kelompok, kaburnya moral baik, penyalah gunaan teknologi,   pengguna narkoba, minuman Alkohol serta pemerkosaan.
“Pesatnya perkembangangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan pengetahuan yang lebih modern sehingga nasionalisme merupakan rasa kebangsaan bersifat Universal dengan membuat nilai-nilai Global yang berpadukan nilai-nilai lokal (kebangsaan)”.
“Pendekatan kita kepada anak-anak didik karena dari merekalah kita menanamkan rasa nasionalisme agar tidak ada lagi kepentingan individu melaikan kepentingan NKRI”. Tutupnya.
Acara yang digelar oleh Kesbangpol Provinsi Aceh ini di narasumberi oleh akademisi Unsyiah, Dr. Rusli Yusuf M.Pd, dan Staf Ahli Pangdam Bagian Hukum dan Humaniter, Dr. Ahmad Husein, MA,[FT]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here