AtjehUpdate.com, Aceh Selatan
Dalam rangka sosialisai pemantapan nilai sejarah, karakter dan wawasan
kebangsaan di Kabupaten Aceh Selatan, dengan tema “Kita Bangun Jiwa Bangsa Yang
Bersatu Dengan Demi Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Negara Republik Indonesia”,
yang berlangsung di aula hotel Pante Cahaya, Jln. Merdeka Gampoeng Pasar
Kecamatan Tapakatuan Kabupaten setempat, Wakil Bupati Aceh Selatan
Kamarsyah,S.Sos.MM dalam kesempatan memberikan sambutan menegaskan.
“Perkembangan
teknologi yang semakin pesat dimedia social dapat merusak mental dan moral
generasi muda, maka untuk itu kita sebagai orangtua harus memahami betul apa
yamg diperbuat anak-anak kita terkait pemanfaatan media sosial”, ungkap
Kamarsyah, Selasa (18/7/2017) dihadapan seluruh para tamu undangan.
Karena, lanjut Kamarsyah,
penjajahan biologis ini bukan dari luar negeri, melainkan dari dalam negeri itu
sendiri, oleh sebab itu generasi muda harus dibekali dengan pemahaman Pancisila
dan UUD 1945 dan NKRI.
Selain itu, sambungnya,
penjajahan juga dilakukan negara-negara bagian eropa, dengan cara menguasai
bidang ekonomi serta kerja paksa sebelum masa kemerdekaan, sehingga timbul rasa
Nasionalisme pemuda Indonesia dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Dikatakan Kamarsyah,
Kemerdekaan yang dimaksud bukan hanya merdeka sebagai bangsa, namun kemerdekaan
dalam berfikir lah yang terus membuat kita semua terus maju dan bisa berjalan
ke daerah lain tanpa membedakan ras, suku dan adat istiadat sebuah daerah.
Namun kita sebagai bangsa
Indonesia juga masih kurang dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), maka
oleh sebab itu, kita semua sebagai orang tua, wajib memberikan pendidikan
kepada generasi muda, agar mereka terus maju dan berkembang untuk pembangunan
Negara Indonesia, dan juah dari pembodohan bansa Asing.
Hal senada juga disampaikan
Akademisi Unsyiah Dr. Rusli Yusuf M.Pd pada saat pemberian materi wawasan
kebangsaan, beliau mengatakan musuh yang paling ditakuti disuatu negara adalah
Korupsi, fanatik terhadap kelompok, kaburnya moral baik, penyalah gunaan
teknologi,   pengguna narkoba, minuman
Alkohol serta pemerkosaan.
“Pesatnya
perkembangangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan pengetahuan
yang lebih modern sehingga nasionalisme merupakan rasa kebangsaan bersifat
Universal dengan membuat nilai-nilai Global yang berpadukan nilai-nilai lokal
(kebangsaan)”.
“Pendekatan kita
kepada anak-anak didik karena dari merekalah kita menanamkan rasa nasionalisme
agar tidak ada lagi kepentingan individu melaikan kepentingan NKRI”. Tutupnya.
Acara yang digelar oleh Kesbangpol
Provinsi Aceh ini di narasumberi oleh akademisi Unsyiah, Dr. Rusli Yusuf M.Pd,
dan Staf Ahli Pangdam Bagian Hukum dan Humaniter, Dr. Ahmad Husein, MA,[FT]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here