Warga Berteriak Tuntut Usaha Pengeboran Air Ditutup

0
551
Warga mengerumuni tim Pemko Langsa
Warga mengerumuni tim Pemko Langsa

Usaha Pengeboran Air Telah Merusak Fasilitas Warga

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Pemerintah Kota Langsa yang didampingi Asisten II, Asisten III dan jajarannya melakukan peninjauan lokasi usaha penjualan air mentah di Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Selasa (20/2/2018)

Peninjauan tersebut dilakukan pihak Pemko Langsa karena adanya keluhan dari masyarakat setempat.

Pasalnya, akibat adanya eksploitasi air bersih oleh pengusaha – pengusaha penjualan air mentah tersebut telah menimbulkan kerugian besar yang dialami warga setempat.

Warga menjadi korban dan telah terbukti, diantara lain sejumlah rumah milik warga terjadi retak.

Keretakan sejumlah bangunan milik warga diduga dampak dari pengambilan air dengan jumlah banyak yang telah berlangsung lama, ungkap sejumlah warga saat ditemui Atjehupdate.com.

Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang tokoh masyarakat gampong Lengkong, Suandi Mahmud. Dikatakannya, warga telah sekian lama menunggu kedatangan pemerintah serta dinas terkait lainnya untuk menyelesaikan permasalahan warga yang sedang mengalami kebuntuan, sebutnya.

Mendengar informasi pihak Pemko Langsa mendatangi tempat usaha penjualan air mentah dimaksud, warga langsung mengerumuni para pejabat tersebut.

Puluhan warga setempat sudah menunggu dan langsung mengikuti pihak pemko saat meninjau loksi pengambilan air mentah dimaksud.

Ironisnya, pada saat pemerintah beserta jajarannya sedang melakukan peninjauan, warga secara serentak berteriak dengan tuntutan mereka agar semua pengusaha penjual air mentah di gampong Lengkong, segera dihentikan alias ditutup, demikian nada teriakan warga.

Warga menilai keberadaan usaha-usaha penjualan air mentah di Gampong mereka telah merugikan masyarakat sekitar. Karena sebagian rumah warga dilaporkan sudah retak pada bagian dinding akibat dampak penyedotan air setiap hari.

“Gara-gara usaha penjualan air mentah ini, rumah kami mengalami rusak dan kami masyarakat sulit memperoleh air.

“Pemerintah harus tutup usaha-usaha ini,” teriak sejumlah warga di hadapan tim peninjau yang diutuskan oleh Pemko Langsa itu.

Menurut sejumlah warga, sebanyak sepuluh rumah masyarakat di sekitar usaha ‎penjualan air mentah sudah pada retak di bagian dinding dampak pengambilan air.

“Selain berdampak terjadinya kerusakan rumah, kami juga merasa kesulitan memperoleh air,” ujar sejumlah ibu rumah tangga di lokasi itu.

Puluhan warga sekitar mengaku siap direlokasi ke tempat lain dan bila Pemerintah ‎Kota Langsa tidak segera mengambil keputusan untuk menutup usaha-usaha penjualan air mentah di Gampong mereka, papar mereka.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here