AtjehUpdate.com,- Idi, Wilayatul Hisbah (WH) kabupaten Aceh Timur melaksanakan Razia Gabungan untuk mengambil tindakan penertiban busana, dalam razia penertiban di jalan lintas nasional tepatnya di depan Hotel Royal Idi, yang di back Up oleh personil TNI dan Polri dari Unit Lantas Polres Aceh Timur, Kamis (31/1/19).

Razia terisebut bertujuan untuk penertiban busana yang melanggar syariat Islam, hal itu diperuntukkan bagi semua elemen masyarakat dan penertiban untuk PNS yang berkeliaran ini akan didata selanjutnya akan diserahkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

Penegakan yang disebut dalam Qanun Aceh No. 11 tahun 2002 Pasal 13 Ayat (1) bahwa setiap orang islam wajib berbusana islami, dan ketentuan sangsi di pasal 23 disebutkan bahwa barang siapa yang tidak berbusana islami sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) dipidana dengan hukuman ta’zir melalui proses peringatan dan pembinaan oleh WH.

Busana islami yang di maksud dalam pasal 13 ayat (1) adalah pakaian yg menutup aurat yang tidak tembus pandang, dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh.

Menurut Kasat Pol PP, T. Amran SE, MM, melalui Kabid Penegakan peraturan perundang-undangan daerah dan Syariat islam, Muzakkir SHI, “Dalam razia ini para pelanggar diberikan pembinaan dan menasehati dengan tata cara pakaian yang menutup aurat, disamping itu pelanggar tersebut harus menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan tidak mengulangi lagi perbuatannya yang melanggar syariat islam. Apabila mengulangi lagi perbuatannya bersedia untuk diproses sesuai dengan hukum Qanun syariat islam,” ujar Muzakikr,SHI.

Dikatakannya, “jumlah pelanggar syatriat islam tentang busana terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun ketahun, karena masyarakat sudah memahami cara berpakaian secara islami, disamping itu, satpol pp juga merazia dan melakukan penertiban PNS yang berkeliaran di luar jam dinas, petugas menyetop dan meminta surat keterangan izin dari atasan bila ada keperluan di luar jam dinas dan apabila tidak bisa nenunjukkan surat keterangan, PNS tersebut diberikan teguran dan menandatangaini surat pernyataan tentang kedisiplinan, kata Muzakir,

Dalam razia tersebut terdapat pelanggar busana perempuan yang memakai pakaian ketat 17 orang, tidak berjilbab 1 orang dan laki-laki yang memakai celana pendek 8 orang, sedangkan PNS yang terjaring dalam razia tersebut 4 orang, jelasnya.

Amatan media ini, petugas hanya memberikan teguran dan peringatan agar tidak mengulangi keluyuran di saat jam dinas tanpa surat izin dari atasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here